Pixel Code jatimnow.com

Jelang Pemilu, Semua Pihak Diminta Berikan Pendidikan Politik Cerdas dan Valid

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zainul Fajar
Direktur Center for Participatory Development (Cepad) Indonesia, Kasmuin (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Direktur Center for Participatory Development (Cepad) Indonesia, Kasmuin (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Direktur Center for Participatory Development (Cepad) Indonesia, Kasmuin meminta semua pihak memberikan pendidikan politik yang cerdas dan valid.

Hal ini disampaikan Kasmuin agar masyarakat dan pengamat politik tidak sembarang membuat statement yang bisa memperkeruh kondisi perpolitikan.

"Terutama untuk pengamat politik yang seharusnya memberikan wawasan ke masyarakat, justru jangan membuat komentar yang membuat situasi tambah panas," jelas Kasmuin di Sidoarjo, Senin (14/11/2022).

Dia mencontohkan komentar yang dilontarkan Baihaqi tentang dugaan pertemuan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Sidoarjo dengan salah satu anggota DPR RI.

"Komentar Baihaqi itu sangat menggelikan. Karena narasumber yang berkomentar di berita itu tidak menyebut jelas siapa anggota DPR RI yang dimaksud. Sedangkan yang membahayakan, komentarnya itu bisa menyulut situasi panas di Sidoarjo," terang Kasmuin.

Seperti diketahui, Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), Baihaki Siraijt mengungkapkan jika ada dugaan pertemuan Panwascam dengan salah satu anggota DPR RI. Karena itu dia meminta Bawaslu Sidoarjo secepatnya memproses.

Terkait dugaan pertemuan anggota DPR RI dan Panwascam itu, Baihaqi menyebut masyarakat dapat melaporkan anggota dewan tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Baca juga:
Gerindra Jatim Beberkan Karakter Politik NU dan Kandidat Capres

Di sisi lain, anggota Panwascam Krian, Imam mengaku tidak mengetahui pertemuan Panwascam bersama anggota dewan pusat itu.

"Saya tidak tahu sumbernya dari mana," ungkap Imam.

Senada dengan Imam, anggota Panwascam Sidoarjo, Muhaimin Kholid menyatakan tidak tahu jika ada pertemuan tersebut.

Baca juga:
Golkar Surabaya, Sarmudji dan Pilgub Jatim 2024, Menurutmu?

"Kok gak ada pertemuan semacam itu. Coba kroscek ke Bawaslu saja," tutur Muhaimin.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid menyatakan, hingga saat ini belum ada laporan terkait adanya dugaan pertemuan anggota DPR RI dengan anggota Panwascam.

"Belum ada laporan. Tidak ada," pungkasnya.