Pixel Code jatimnow.com

Berwisata Sambil Mengenal Tanaman Obat dan Belajar Membuat Jamu, Mau?

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Wisata edukasi belajar meracik jamu tradisional di Kebun Toga Wahyu Alam Kota Kediri (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Wisata edukasi belajar meracik jamu tradisional di Kebun Toga Wahyu Alam Kota Kediri (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berwisata sambil mengenal beragam tanaman obat, mungkin bisa menjadi pengalaman baru dan seru bagi Anda. Hal itu bisa ditemukan di Kebun Toga Wahyu Alam di Kota Kediri.

Di kebun ini, Anda bisa belajar langsung meracik jamu tradisional dari sang pakar.

Kebun Toga Wahyu Alam ini berada di Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Kebun milik Yuwono, pakar obat herbal tersebut menyimpan ratusan tanaman obat berkhasiat untuk kesehatan.

Mulai dari jenis rempah-rempah, sambiloto, brotowali, pegagan yang punya manfaat antitoksik, daun teter yang dapat mengusir semua kotoran melalui air seni, delima merah dan tanaman obat lainnya.

Anda bisa mengetahui bentuk dan manfaat tanaman melalui naskah-naskah yang disiapkan oleh Yuwono di masing-masing tanaman.

"Di sini ada kurang lebih 100 tanaman obat. Yang jelas kita lebih mengedepankan edukasi, agar masyarakat khususnya anak-anak bisa mengenal tanaman obat," ungkap Yuwono, Kamis (17/11/2022).

Selain mengenal tanaman obat, di Kebun Toga Wahyu Alam ini, Anda juga bisa belajar meracik jamu tradisional langsung bersama Yuwono.

Baca juga:
4 Rekomendasi Wisata Alam yang Menarik Dikunjungi

Seperti yang dilakukan puluhan siswa taman kanak-kanak di Kota Kediri kali ini. Mereka terlihat antusias saat dikenalkan beragam tanaman obat.

Mereka juga belajar meracik jamu tradisional. Dalam pembuatan jamu ini, anak-anak terlibat aktif, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir merebus bahan-bahan obat.

"Ini tadi anak-anak kita kenalkan dan ajarkan membuat jamu cegah corona ya namanya, bahannya ada jahe, kunyit, temulawak, serei, kayu manis dan gula aren. Kita juga ingin kenalkan ke anak-anak bahwa jamu itu nggak pahit kok," tutur Yuwono.

Baca juga:
Studio MataHati Ceramics, Rekomendasi Wisata Edukasi Baru di Kota Batu

Melalui edukasi yang menyenangkan ini, anak-anak diharapkan lebih paham tentang jenis-jenis tanaman obat dan menyukai jamu ketimbang minuman-minuman lainnya.

Yuwono yang menggeluti tanaman obat sejak Tahun 2000an ini sengaja membangun kebun untuk mengenalkan generasi muda tentang tanaman obat.

Dia juga menyambut positif masuknya tanaman obat dalam muatan lokal kurikulum Merdeka Belajar. Sehingga generasi muda akan semakin mengenal dan mencintai jamu sebagai khasanah budaya yang harus dilestarikan.