Pixel Code jatimnow.com

Gerindra Jatim Beberkan Karakter Politik NU dan Kandidat Capres

Editor : Rochman Arief Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan pihaknya tidak melarang pondok pesantren (ponpes) untuk menerima kunjungan calon presiden maupun calon wakil presiden.

Menurutnya, beberapa politisi kerap bertamu ke ponpes dengan embel-embel 'sowan' jelang tahun politik. Pernyataan itu pun direspons oleh Partai Gerindra Jatim.

Ketua DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad yang juga seorang Nahdliyin mengatakan, ada sembilan pedoman berpolitik warga NU, yang dicetuskan dalam Muktamar NU Krapyak Tahun 1989.

“Muatan dari pedoman tersebut memberikan gambaran bahwa politik NU dikategorikan high politics, yang kemudian dimaknai sebagai politik kebangsaan, bukan politik praktis,” kata Sadad, Jumat (18/11/2022).

Menurut politikus yang akrab disapa Gus Sadad itu, akan bagus kalau NU memberi pemaknaan yang lebih kontekstual terhadap isi dan muatan sembilan pedoman berpolitik tersebut.

Baca juga:
Anwar Sadad Sebut RUU P2SK Bisa Jadi Kuburan Massal Koperasi

“Selain itu, hal ini akan menegaskan posisi NU dalam pentas politik nasional, juga akan mengkanalisasi agenda-agenda politik parpol dan kandidat selaras dengan frame politik kebangsaan NU,” urainya.

Dia menambahkan, lingkungan ponpes NU menjadi lirikan bagi semua partai politik. Termasuk juga oleh capres-cawapres yang akan berkontestasi di Pemilu 2024 mendatang.

“Bagi parpol dan capres, sudah pasti NU akan digalang sebagai aliansi strategis. NU adalah organisasi yang dibentuk dengan serangkai nilai-nilai, serta kontribusinya pada bangsa ini begitu besar,” tandas pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

Baca juga:
Pengajian Istigasah Kubro 1 Abad NU, Parikan Anwar Sadad Bikin Ger

Gerindra tetap mengusung capres Prabowo Subianto yang juga dikenal dekat dengan ulama dan kiai-kiai NU. Baru-baru ini Prabowo bahkan sowan ke kediaman pribadi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya. Namun, Prabowo menyebut pertemuan itu sebatas silaturahmi, dan tidak membahas Pilpres.

Diberitakan sebelumnya, Gus Yahya-sapaan akrab Yahya Cholil Staquf- menegaskan PBNU tidak melarang ponpes menerima capres atau cawapres. Hal itu murni hak politik di Ponpes. Ia hanya meminta jangan membawa-bawa nama Nahdlatul Ulama (NU).