Pixel Code jatimnow.com

Pembangunan Pasar Pon Jombang Terancam Molor, Ini Sebabnya

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Proyek pembangunan Pasar Pon Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Proyek pembangunan Pasar Pon Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Proyek pembangunan Pasar Pon yang ada di Kabupaten Jombang, terancam molor dari jadwal yang telah ditentukan. Proyek senilai Rp3,9 miliar itu hingga kini masih banyak kekurangan.

Rencananya anggaran miliaran rupiah itu akan digunakan pembangunan 72 kios dan 7 toko. Selain itu ada 20 kios cadangan dan 75 los untuk pedagang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari LPSE Kabupaten Jombang, proyek ini telah dimenangkan oleh CV Satu Jaya. Pekerjaan dimulai sejak tanggal 19 Juli 2022, hingga 16 Desember nanti. Namun hingga kini tanggal 7 Desember proyek tersebut berjalan sangat lambat.

Bambang selaku pelaksana dari CV Satu Jaya mengaku saat ini progres pembangunan mengalami minus.

"Laporan terakhir kemarin itu minusnya 38 persen," ungkapnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (7/12/2022).

Ia menyebut minus sebanyak itu dikarenakan adanya pembongkaran Pasar Pon yang dilakukan bagian aset Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang.

"Minus pertama saat pembongkaran. Karena pembongkaran itu selama 9 hari kerja. Dari situ awalnya kita minus," bebernya.

Ia menceritakan, awalnya rencana pelaksanaan pembongkaran bangunan pasar lama oleh bidang aset Disdagrin itu akan selesai dalam 3 hari. Namun pada pelaksanaan kegiatan pembongkaran molor hingga 9 hari kerja.

"Selama 2 minggu proyek ini jalan tapi kita gak bisa kerja. Bisanya kerja cuman pembesian aja. Nunggu pembongkaran pasar itu. Selanjutnya ya ngejar terus sampai akhirnya minus sebanyak itu," paparnya.

Baca juga:
Mas Dhito Pastikan Pembangunan Jembatan Jongbiru Dimulai Mei 2023

Ia mengaku saat pengerjaan bedak sementara sebanyak 20 titik itu. Pelaksanaannya lancar bahkan melebihi jadwal.

"Waktu pengerjaan bedak sementara itu kita masih plus, kita kerjakan 18 hari sudah selesai. Soalnya kita dikejar agar para pedagang bisa segera pindah dan pasar bisa dibongkar," ucapnya.

"Rencananya pembongkaran itu 3, sampai 4 hari selesai. Malah jadi 9 hari waktu itu. Pembongkaran dari bagian aset, Dinas Perdagangan," sambungnya.

Untuk mengejar ketertinggalan progres tersebut, mengingat 9 hari lagi masa kontrak proyek ini habis, ia mengatakan akan mengajukan adendum perubahan waktu.

"Sesuai arahan dari direktur, kita mau maju ke adendum waktu," ucapnya.

Baca juga:
Pembangunan Kantor Permanen Peradi Surabaya Dikebut

Selain itu, ia mengaku seluruh material proyek sudah dipenuhi di lokasi. Namun untuk bagian atap ia menyebut akan mengebut proses pembuatan atap dan pemasangan. Sehingga dalam kurun waktu dua mingguan minus proyek bisa terkejar.

"Ya yang kita lakukan, ngebut pembuatan dan pemasangan atap selama dua mingguan selesai. Selanjutnya kita tetap akan mengajukan adendum waktu, sehingga minus bisa terkejar," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid bahan pokok dan penting (Bapokting) Disdagrin Kabupaten Jombang Haris, saat dikonfirmasi adanya minus proyek itu, mengaku belum bisa memberikan keterangan yang jelas.

"Saya masih monitoring di Pasar Blimbing. Jadi gak fokus, nanti kalau sudah selesai bisa telepon lagi mas," tukasnya.