Pixel Code jatimnow.com

Untag Surabaya Raih 3 Anugerah Kampus Unggulan di Rakerpim LLDIKTI Tahun 2022

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Farizal Tito
Wakil Rektor II Untag Surabaya, Dr. Abdul Halik, saat menerima penghargaan anugerah kampus unggulan Jatim dari Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri. (Foto: Zie for jatimnow.com)
Wakil Rektor II Untag Surabaya, Dr. Abdul Halik, saat menerima penghargaan anugerah kampus unggulan Jatim dari Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri. (Foto: Zie for jatimnow.com)

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mendapat hadiah istimewa di penghujung tahun 2022. Hadiah tersebut berupa tiga anugrah kampus unggulan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII.

Untag Surabaya berhasil menyandang tiga anugerah terbaik dari empat kategori, diantaranya Terbaik I Perguruan Tinggi dengan Implementasi Terbaik Pendidikan Anti Intoleransi, Anti Perundungan, Anti Kekerasan Seksual dan Anti Korupsi; Terbaik I Perguruan Tinggi dengan Kualitas Pelaporan Terbaik; dan Terbaik III Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Terbanyak.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) LLDIKTI VII tahun 2022 yang digelar di Malang, pada Kamis (1/12) lalu. Kegiatan tersebut juga dihadiri 188 Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur ini serta membahas ‘Daya Saing dan Kolaborasi Perguruan Tinggi Berbasis MBKM’.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho mengapresiasi Anugerah Kampus Unggulan yang telah diberikan kepada Kampus Merah Putih yang dipimpinnya tersebut.

“Prestasi ini adalah anugerah bagi kami di akhir tahun 2022 melengkapi berbagai prestasi-prestasi di sepanjang tahun yang patut disyukuri bersama,” ungkap Prof Mulyanto Nugroho, Rabu (7/12/2022).

Selama masa kepemimpinannya, Prof. Nugroho telah berhasil membawa Untag Surabaya meraih berbagai prestasi membanggakan yang menjadi motor penggerak bagi seluruh civitas academica untuk tidak hanya fokus meraih tetapi juga mempertahankan prestasi.

“Adanya prestasi ini tentu menjadi motivasi dan cambukan bagi kami untuk terus berinovasi, memberikan terobosan, dan meningkatkan kualitas dengan sinergi antar semua pihak baik Kementerian, LLDIKTI, DUDI, maupun masyarakat,” ujar Prof. Nug sapaan akrabnya.

Baca juga:
Digital Fashion Karya Mahasiswa UK Petra Surabaya Dipamerkan, Seperti Apa Sih?

Hal ini diwujudkan melalui upaya-upaya konkret pengembangan berkelanjutan antara lain kerja sama, inovasi, sinergi, dan peningkatan mutu kualitas baik pelayanan, fasilitas, maupun pendidikan hingga ke kancah internasional.

“Sustainability itu penting karena tidak bisa hanya berhenti pada aksi heroik saja tetapi bagaimana menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan sehingga Untag Surabaya bisa selalu dipercaya oleh masyarakat ,” imbuhnya.

Segala prestasi yang diraih oleh Untag Surabaya merupakan wujud dari kerja keras dan sinergi yang dibangun dengan semua pihak. Disisi lain, Prof. Nugroho juga selalu mengingatkan bahwa segala prestasi yang diraih adalah amanah yang harus dijaga kepada masyarakat khususnya generasi muda.

“Semangat patriotisme, kerja keras, dan gotong royong ini harus selalu dijaga, karena segala prestasi yang diraih merupakan amanah bagi kami untuk tetap fokus menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi sehingga mampu beradaptasi seiring perkembangan zaman,” tandasnya.

Baca juga:
Pentingnya Peran IT Governance dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

Sebagai kampus swasta tertua di Jawa Timur, Untag Surabaya terus berupaya untuk membuktikan kualitasnya melalui prestasi dan lulusan yang unggul berkarakter bangsa, selaras dengan visi LLDIKTI Wilayah VII dalam mewujudkan World Class University di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. mengajak seluruh Perguruan Tinggi untuk terus bersinergi dan berkolaborasi mewujudkan SDM Unggul bagi Indonesia Maju.

“Saya berharap kepada seluruh Perguruan Tinggi di Wilayah VII untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan output melalui sinergi MBKM, serta selalu menerapkan pendidikan 4 Anti (Anti Intoleransi, Anti Perundungan, Anti Kekerasan Seksual, dan Anti Korupsi) sesuai dengan arahan Kementerian,” ujar Prof Dyah.