Pixel Code jatimnow.com

Rumah Pegawai Ekspedisi Digerebek Polisi, Temukan Sabu hingga Ekstasi

Editor : Rochman Arief Reporter : Zain Ahmad
Tersangka S saat diamankan bersama barang bukti. (foto: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya for jatimnow.com).
Tersangka S saat diamankan bersama barang bukti. (foto: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya for jatimnow.com).

jatimnow.com - Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggerebek rumah pegawai ekspedisi di Jalan Ikan Kerapu, Surabaya. Pelaku berinisial S (35) digerebek polisi lantaran menjadi pengedar narkoba.

Dari tanganya, petugas menyita sebuah kantong plastik hitam berisi lima buah klip plastik kecil berisi narkoba, jenis sabu seberat 5,57 gram, dan tiga buah klip plastik kecil berisi 15 butir pil ekstasi warna cokelat berlogo guci, dengan berat 6,64 gram.

Selain itu, terdapat satu sekop dari sedotan plastik putih, satu timbangan elektrik silver merek camry dan sebuah handphone.

"Yang bersangkutan ini merupakan target operasi kami. Dia merupakan pengedar," kata Kasatreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Hendro Utaryo, Selasa (20/12/2022).

Baca juga:
Polresta Sidoarjo Amankan Sopir Bawa 1,6 Kg Sabu Senilai Rp3 M

Hendro menjelaskan, penangkapan S dilakukan anggota, setelah pihaknya mendapat informasi adanya peredaran sabu di wilayah Tanjung Perak, Surabaya. Tim kemudian melakukan penyelidikan hingga dapat mengidentifikasi tersangka.

"Kami lakukan serangkaian penyelidikan sekitar empat hari. Kemudian memeroleh informasi tempat tinggalnya, dan langsung kami lakukan penggerebekan," jelasnya.

Baca juga:
Pekerja Bengkel Batal Servis Dinamo, Malah Diajak Polisi ke Tahanan

Saat diperiksa di mapolres, tersangka mengaku sudah sekitar lima bulanan ini nyambi sebagai pengedar. Dalam pengakuannya, pelaku menyasar semua kalangan, mulai dari para pemuda hingga sopir truk.

"Katanya barang (narkoba) didapat dari seseorang di daerah Madura. Sekali ambil bisa lima sampai sepuluh gram. Saat ini kasusnya masih akan terus kami kembangkan, berusaha mengungkap jaringan di atasnya," tegas Hendro.