Pixel Code jatimnow.com

Petrokimia Gresik Tingkatkan Kelancaran Pupuk Berbasis Aplikasi

Editor : Rochman Arief Reporter : Sahlul Fahmi
Aktivitas di pergudangan PT Petrokimia Gresik (foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Aktivitas di pergudangan PT Petrokimia Gresik (foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petrokimia Gresik sub-holding Pupuk Indonesia berusaha terus melancarkan distribusi pupuk tahun 2023. Kelancaran itu ditunjang dengan penerapan aplikasi pada pengelolaan pergudangan di Lini I, yaitu Warehouse Management System (WMS), Digital Transport Management System (DTMS) dan Sistem Scheduling Truck Online (SISTRO).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi ke berbagai daerah di Indonesia merupakan prioritas bagi entitas yang ia pimpin.

Ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk terutama pupuk bersubsidi dengan prinsip enam tepat, yaitu tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat waktu.

"Kami ingin terus memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di berbagai lini berjalan dengan lancar, termasuk di Gudang Lini I, sehingga kami dapat menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia yang menjadi wilayah tanggung jawab Petrokimia Gresik sesuai regulasi," kata Dwi Satriyo, dalam keterangan tertulisnya.

WMS merupakan aplikasi digital berbasis mobile apps dan web yang terintegrasi untuk pengelolaan pergudangan di Gudang Lini I.

Aplikasi ini untuk mencatat aktivitas handling produk di gudang secara real time. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi hardware berupa tablet, monopod dan action cam, sehingga seluruh kegiatan di gudang bisa terpantau dan tersistem dengan baik.

"Selain semua proses pengelolaan pergudangan tercatat dan diawasi dengan sistem, dampak positifnya bisa menghemat hingga Rp1,9 miliar per tahun. Menurunkan risiko kerusakan produk, sehingga pupuk yang diterima petani terjamin kualitasnya," ujar Dwi Satriyo.

WMS juga memiliki fitur yang terhubung langsung dengan Google Maps dan terintegrasi dengan SISTRO Petrokimia Gresik, yang secara otomatis akan melakukan manajemen antrean truk untuk meminimalisasi terjadinya penumpukan.

Digitalisasi penyaluran pupuk melalui web dan aplikasi diharapkan bisa menekan antrean truk di pergudangan. (foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)Digitalisasi penyaluran pupuk melalui web dan aplikasi diharapkan bisa menekan antrean truk di pergudangan. (foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Baca juga:
Petrokimia Gresik Optimistis Produksi Pupuk 2023 Bisa Optimal

Seluruh aktivitas dan data truk yang mengangkut pupuk akan terekam di aplikasi WMS, baik sebelum maupun sesudah proses pemuatan.

"Melalui integrasi ini, antrean truk semakin berkurang, tidak ada lagi menunggu truk parkir di jalan karena tidak dapat alokasi muat, sehingga meminimalisasi dampak negatif bagi lingkungan," ujar Dwi Satriyo.

Untuk memastikan data yang diinput sesuai dengan kondisi riil di lapangan, petugas gudang wajib melampirkan foto kondisi truk. Kemudian serah terima antara petugas dan driver dilakukan setelah proses pemuatan selesai dan ditandai dengan berita acara yang dilengkapi digital signature.

“Dengan demikian, kita bisa meng-capture kondisi stok secara real time di seluruh area dari lini I sampai lini IV, baik indoor maupun outdoor (dalam perjalanan),” ujar Dwi Satriyo.

Adapun DTMS merupakan Project Improvement yang tujuan dari penggunaannya adalah sebagai penunjang dari kegiatan pemindahan material internal antargudang atau tempat di dalam lingkup area Petrokimia Gresik.

Baca juga:
Petrokimia Gresik Kembali Dinobatkan Sebagai Most Trusted Company

Beberapa fungsi aplikasi DTMS adalah sebagai platform yang memudahkan user untuk melakukan order dan pelayanan pemindahan material melalui truck secara realtime dan handal.

DTMS juga berperan sebagai sistem monitoring kegiatan pemindahan material, serta monitoring performa kinerja driver dalam pelayanannya.

Penerapan dari aplikasi DTMS ini mampu memberikan potensi penghematan bagi Petrokimia Gresik hingga Rp12,9 miliar dalam setahun

“Prinsipnya, Petrokimia Gresik siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan pemerintah, yaitu memproduksi pupuk sesuai penugasan dan memastikan distribusinya. Sementara digitalisasi akan memberikan hasil yang optimal bagi upaya kami menjalankan amanah tersebut,” tutup Dwi Satriyo