jatimnow.com

Anak Guru di Surabaya ini Lulus Tes Polisi Tanpa Biaya

Djama'adi memeluk anak sulungnya, Niko saat melihat pengumuman penerimaan polisi 🔍
Djama'adi memeluk anak sulungnya, Niko saat melihat pengumuman penerimaan polisi

jatimnow.com - Muhammad Djama’adi dan Mufidatin Nisa tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat melihat dan mendengar pengumuman anaknya yang dinyatakan lulus tes Bintara Polri.

Pasangan suami istri (pasutri) ini pun, melepas anaknya ke Pusat Pendidikan Tugas Umum (Pusdik Gasum) Polri di Porong, Sidoarjo.

Anak pertama dari pasutri itu bernama Nikodimus Brillian Adi Putra yang akrab dipanggil Niko. Remaja 19 tahun itu sehari-hari tinggal di Tenggumung Baru Mulya 2/17, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Dia merupakan anak pertama dari 4 bersaudara.

Djama'adi, ayah kandung Niko bercerita, sejauh ini, keluarganya belum ada yang menjadi polisi maupun TNI dan baru Niko saja.

"Saat anak saya (Niko) bilang ingin jadi polisi, saya sempat berkecil hati. Apalagi banyak cerita kalau jadi polisi harus keluar banyak biaya,” katanya kepada Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (3/8/2018) lalu.

Dari cerita-cerita itulah, Djama’adi pesimis anaknya bisa jadi polisi. Sebab gajinya sebagai guru di salah satu SD swasta di Surabaya, hanya cukup untuk bertahan hidup sehari-hari. Namun, kegigihan Niko, putra sulungnya itu ternyata membuatnya tidak percaya sekaligus bahagia.

Saat mendengar dibukanya pendaftaran Bintara Polri, Niko melengkapi kelengkapan pendaftaran seorang diri dengan uang yang ditabungnya, seperti foto kopi dan lain-lain.

"Saya sebagai orangtua hanya bisa pasrah, mendukung dan tentunya berdoa. Meskipun hati kecil ini tetap ragu," tambahnya.

Diakui Djama’adi, putranya itu semula sama sekali tidak punya keinginan untuk menjadi polisi. Keinginan itu baru muncul ketika sekolah Niko didatangi Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang tengah melakukan sosialisasi pendaftaran Polri. Darisanalah Niko tertarik dan rajin mengikuti pelatihan yang diadakan personil Polres Pelabuhan Tanjung Perak setiap Sabtu dan Minggu.

Darisanalah, Niko memberanikan diri mendaftarkan melalui Panbanrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dan setelah dinyatakan lengkap syarat-syarat administrasinya, Niko akhirnya mengikuti serangkaian tes di Polda Jatim.

"Setiap hari dia pulang saya tanya bagaimana hasilnya. Dan dia menunjukkan semua hasil tesnya kepada saya. Dari situ saya tahu, kalau nilai anak saya semuanya relatif baik. Mulai tes kesehatan sampai tes tertulis," ungkap Djama'adi.

Nah, puncaknya yaitu pengumuman akhir pada Jumat (3/8/2018) kemarin. Djama’adi yang saat itu mengantar Niko bersama istri dan anak-anaknya tercengang. Betapa tidak, anaknya diterima dengan nilai baik dan bersiap untuk mengikuti tahapan pendidikan di Pusdik Gasum Porong. Padahal sepanjang proses pendaftaran dan tes, Djama'adi sama sekali tidak mengeluarkan uang.

"Saya ucapkan terima kasih pada pimpinan Polri dan seluruh panitia mulai dari tingkat Polres hingga tingkat pusat yang telah melaksankan seleksi dengan bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Semoga anak saya bisa mengikuti pendidikan dan selalu diberikan kemudahan, kelancaran serta kesehatan. Semoga juga anak saya dilantik dan menjadi  polisi yang amanah serta profesional,” pungkasnya.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto





Loading...