Pixel Code jatimnow.com

Pemkab Kediri Siapkan Anggaran Belanja Tak Terduga Rp24 Miliar untuk Darurat

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Yanuar Dedy
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) - (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) - (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023 sebesar Rp24 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri, Salehudin menjelaskan, BTT akan digunakan dalam keadaan darurat seperti penanganan kebencanaan.

"BTT ini baru diimplementasikan pada masa kepemimpinan Mas Bup (Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana)," ujar Salehudin, melalui rilis yang diterima redaksi, Jumat (3/3/2023).

Penggunaan anggaran BTT tersebut mengacu pada Permendagri 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dan Perbup 51 Tahun 2022 tentang sistem dan prosedur pengelolaan BTT.

"Kebencanaan bukan fisik pun bisa diambilkan dari situ (BTT)," tambah Salehudin.

Kebencanaan non fisik yang dimaksud, lanjut Salehudin, seperti penanganan kejadian saat terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak atau pun penanganan pandemi Covid-19.

Pemkab Kediri telah melakukan pemetaan potensi bencana alam di Bumi Panjalu, meliputi erupsi Gunung Kelud, banjir dan tanah longsor.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Edy Suprapto mengungkapkan, bencana banjir sejauh ini menjadi rutinitas saat musim penghujan terutama di wilayah barat sungai.

Baca juga:
Blarrr! Kandang di Kediri Terbakar, Belasan Ribu Ayam Terpanggang

"Banjir ini terjadi karena luapan debit air sungai," ujar dia.

Sungai yang langganan mengalami luapan seperti Kolokoso, Hadisingat, dan Bakung. Untuk mengatasi persoalan banjir akibat luapan tersebut, Bupati Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) pada 2022 lalu juga mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan upaya normalisasi sungai tersebut.

Sebagaimana instruksi Mas Dhito, Dinas PUPR diminta memantau kondisi sungai di Kabupaten Kediri. Sungai-sungai yang mengalami pendangkalan dan rawan terjadi luapan untuk dilakukan normalisasi.

"Berkaca dari tahun sebelumnya, banjir terjadi karena luapan. Dari hasil inventarisir, saya perintahkan untuk dinormalisasi. Jangan nunggu banjir baru dinormalisasi," pesan Mas Dhito.

Baca juga:
Bayi 4 Bulan yang Tercebur di Sungai Kapten Tendean Kediri Ditemukan Meninggal

Dalam jangka panjang dengan adanya bandara Dhoho Kediri yang direncanakan mulai beroperasi pada 2023 ini, Pemkab Kediri bekerjasama dengan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk menangani banjir di wilayah Kabupaten Kediri bagian barat.

Sementara dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas-PB) 2023 di Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan BPBD menjadi ujung tombak dalam penanganan bencana.

"Saya minta kepada BPBD, kepada pemerintah daerah agar mengidentifikasi potensi bencana yang ada di daerah masing-masing," pesannya.

Tak hanya pemetaan potensi bencana, lebih penting lagi pemerintah daerah diharapkan menyiapkan anggaran dana kebencanaan yang dapat diakses dengan cepat supaya penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat langsung dilakukan.