Pixel Codejatimnow.com

Kejam! Pria Probolinggo Tewas di Surabaya, Motif Bisa Elus Dada

Editor : Rochman Arief  Reporter : Rama Indra S.P
Tiga dari lima tersangka pengeroyokan pria asal Probolinggo hingga tewas. (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)
Tiga dari lima tersangka pengeroyokan pria asal Probolinggo hingga tewas. (foto: Rama Indra Surya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Motif pelaku pengeroyokan pria asal Probolinggo di Surabaya hingga tewas dibeberkan salah seorang tersangka, yang mengaku membela teman. Namun ia mengaku sikap terebut justru kebablasan.

Sebelumnya, pria asal Probolinggo berinisial KR (60) tewas setelah menerima mengalami pengeroyokan dari lima orang, akibat menerobos masuk ke pekarangan rumah warga berinisial (LB), di Jalan Kelatan, Surabaya, Rabu (15/3/23).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Arief Rizky Wicaksana mengatakan, penyebab korban meninggal karena kekerasan fisik yang dilakukan lima orang.

"Kelima tersangka melakukan kekerasan fisik kepada korban. Selanjutnya korban diborgol dan digebuki. Korban juga diikat pda bagoan tangan dan kaki saat dianiayi hingga tewas," kata AKP Arief Rizky saat konpers di Mapolres Tanjung Perak Surabaya, Kamis (16/3/2023).

Salah seorang tersangka yang turut mengeroyok, menjelaskan bahwa tindakan pengeroyokan itu dilakukan karena korban diduga maling.

"Saya menerima kabar, lantas menuju lokasi kejadian. Kami menduganya pencuri," papar salah seorang tersangka, yang berinisial AG di Mapolres Tanjung Perak.

Baca juga:
Polisi Periksa Pengurus Ponpes Kediri Terkait Kematian Santri asal Banyuwangi

Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah sudah melakukan kontrol terhadap pria yang diduga pencuri.

"Belum sempat saya tanya," singkatnya.

Sedangkan alasan pihak tersangka mengeroyok korban hingga tewas, ditengarai lantaran korban melakukan perlawanan terhadap temannya. Sehingga ia bertindak di luar batas dan tak menyadari itu menghilangkan nyawa korban.

Baca juga:
Motif Penganiayaan Santri Banyuwangi di Pondok Kediri hingga Tewas

"Dia melompat dan temen saya ditonjok hingga roboh, maka dari itu, kita lawan dan kita borgol. Saya pegang kembali korban dan saya ikat, tapi pada akhirnya kebablasan," pungkasnya

Sekedar informasi, dari lima pengeroyok sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu berinisial AG (37), MM (27) dan dua oknum satpam HRT (37) dan RLN (47). Sedangkan satu tersangka lainnya bernisial WD, kini masih diburu.