jatimnow.com

Demi Pengobatan Istri, Suami Curi Sepeda Angin Seharga Rp 50 Ribu

Rekaman CCTV dari rumah korban 🔍
Rekaman CCTV dari rumah korban

jatimnow.com - Demi biaya pengobatan untuk istrinya yang sedang sakit, Muchamad Sukron (27) harus mendekam di dalam penjara usai ditangkap polisi.

Muchamad Sukron tidak pernah bermimpi akan menjalani hari-harinya di dalam sel tahanan. Apalagi meninggalkan istrinya yang sedang sakit keras. Betapa tidak, hanya demi membiayai pengobatan istrinya, pria 27 tahun itu mencuri sebuah sepeda angin.

Pencurian itu dilakukan Sukron pada Jumat (17/8/2018) dini hari lalu. Dia mencuri sepeda angin milik Sony (35) watga Jalan Kertoadi, Surabaya. Akibat perbuatannya itu, Sukron ditangkap di rumahnya di Jalan Kebondalem VII Surabaya oleh Unit Reskrim Polsek Simokerto.

"Kami tangkap pelaku (Sukron) setelah kami pelajari CCTV yang berhasil merekam aksinya," sebut Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati, Kamis (30/8/2018).

Dari rekaman CCTV, saat mencuri sepeda itu, Sukron berjalan kaki. Dia nampak memakai sarung dan kopyah. Sebelum mengambil sepeda yang tersandar di pagar jalan depan rumah korban, Sukron clingak-clinguk melihat keadaan. Setelah beberapa saat, dia kemudian membawa kabur sepeda itu dengan cara menaikinya.

"Ngakunya baru sekali ini dia mencuri. Tapi masih tetap kami dalami dan kembangkan," ungkap Masdawati.

Saat ini, Sukron hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi penjara. Apalagi istrinya yang kerap muntah darah harus ia tinggalkan. Padahal, dia mencuri karena ingin mendapatkan uang untuk biaya pengobatan istrinya tersebut.

"Istri saya sering muntah darah. Sudah sering saya bawa ke dokter. Tapi kali ini saya benar-benar tidak punya uang. Pas lihat sepeda (angin) itu, saya nekat mencurinya," aku Sukron seraya terus menundukkan kepalanya.

Yang lebih miris lagi, ternyata sepeda angin yang dicuri Sukron merupakan sepeda lawas. Sebab dalam pengakuannya, sepeda itu dijualnya dan hanya laku Rp 50 ribu.

"Uangnya saya buat tambahan untuk antar istri kontrol ke dokter," tutup Sukron.

Reporter : Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto