Pixel Codejatimnow.com

Ketika FKM Unair dan Malaysia Abdikan Diri untuk Warga Sumenep

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Ni'am Kurniawan
Dosen FKM Unair Eka Cahya Febriyanto saat menyampaikan sambutannya. (Foto: Eka for jatimnow.com)
Dosen FKM Unair Eka Cahya Febriyanto saat menyampaikan sambutannya. (Foto: Eka for jatimnow.com)

jatimnow.com - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama sejumlah kampus di Malaysia menggelar pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung selama 3-4 hari dengan menggelar sosialisasi kesehatan di salah satu pondok pesantren terpencil di Kabupaten Sumenep.

Dosen FKM Unair selaku koordinator acara, Eka Cahya Febriyanto, S.STAT, M.Kes mengatakan kegiatan ini diikuti 93 peserta. Rinciannya, 53 peserta merupakan dosen dari 5 universitas di Malaysia dan sisanya adalah dosen Unair.

Eka menyebut, kegiatan ini berlangsung dengan sejumlah target yang diusulkan oleh masing-masing fakultas. Keseluruhan target itu dikolaborasikan untuk mendukung tercapainya indikator SDGs (Sustainability Development Goals).

"Jadi seperti policy, education, poverty, kesehatan, untuk semuanya terus kolaborasi kemitraan,” kata Eka kepada jatimnow.com, Jumat (23/2/2024).

Peserta program ini, kata Eka, lebih banyak merupakan dosen dari luar negeri. Hal ini agar terbangun kolaborasi antardosen mitra dalam segala hal, terutama di bidang riset dan pengabdian masyarakat.

"Output-nya kolaborasi internasional, yang kedua terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ada di daerah atau ada yang menjadi sasaran kita,” kata dia.

Selama program ini, para peserta akan terlibat dalam sejumlah kegiatan. Hari pertama, masing-masing peserta akan berpartisipasi dalam sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya kesehatan.

Baca juga:
Makna Kue Apem dan Tradisi Megengan Jelang Ramadan

"Nanti hari kedua kita bersih-bersih pantai di Sampang, terus yang ketiga nanti tanaman mangrove di Gunung Anyar,” ucap dia.

Sementara Wakil Rektor Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat Unair, Prof. Dr. Dra. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si, menjelaskan pengabdian kepada masyarakat yang digelar FKM Unair ini adalah bagian dari program World University Association for Community Development (WUACD) yang digagas Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak.

Program ini memang melibatkan sejumlah mitra perguruan tinggi luar negeri.

"Jadi community development ini kan penting ya, untuk membantu masyarakat atas permasalahan berbagai hal,” kata Nyoman.

Baca juga:
Unair Suarakan Pilpres 2024 Cacat Demokrasi, Kampus Lain Kapan?

Dia mengapresiasi program FKM ini yang menyinergikan antara kesehatan dengan lingkungan. Nyoman pun berharap kegiatan ini menjadi bagian dari peran FKM bersama para mahasiswa Unair serta mahasiswa Malaysia untuk mempercepat tercapaianya tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Khususnya terkait hidup bersih, sehat, dan menjaga lingkungan juga dengan baik,” pungkas dia.