Pixel Codejatimnow.com

492 Pasangan di Bojonegoro Nikah di Malam 9 Ramadan, Apa Istimewanya?

Editor : Yanuar D  Reporter : Misbahul Munir
Plt Kasubag TU Kemenag Bojonegoro Zainal Arifin. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Plt Kasubag TU Kemenag Bojonegoro Zainal Arifin. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 429 pasangan calon pengantin di Kabupaten Bojonegoro akan melangsungkan pernikahan pada malam sembilan bulan Ramadan atau tepatnya pada Senin (8/4/2024) mendatang. 

Banyaknya pasangan calon pengantin yang memilih malam tersebut karena diyakini sebagai hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan. 

Plt Kasubag TU Kemenag Bojonegoro Zainal Arifin mengatakan dari data yang ada terdapat sebanyak 492 calon pengantin yang tersebar di 26 kecamatan yang akan melangsungkan pernikahan pada hari yang sama yakni pada malam 9 Ramadan. 

"Dari total 28 Kecamatan di Bojonegoro, Ada dua kecamatan yang kosong atau tidak ada pendaftaran atau pencatatan nikah pada malam 9 ramadhan yakni kecamatan Margomulyo dan Sekar," ujar Zainal, Rabu (3/4/2024) 

Sementara dari 26 kecamatan tersebut lanjut Zainal, calon pasangan pengantin yang paling banyak akan melangsungkan pernikahan pada malam 9 berasal dari Kecamatan Sumberejo, Kanor, Kepohbaru dan Baureno. 

Baca juga:
Surabaya Tak Ada Tradisi Nikah Malam Songo, Begini Penjelasan Kemenag

Fenomena pernikahan malam 9 Ramadan, menurut Zainal merupakan perwujudan kentalnya budaya dan tradisi yang masih masih melekat di masyarakat Bojonegoro. 

"Sebagaimana tradisi di Bojonegoro atau di Jawa pada umumnya. Pada saat melaksanakan kegiatan dibulan ramadhan ini dianggap bulan baik, terutama di akhir-akhir bulan ramadhan diyakini akan membawa keberkahan tersendiri. Termasuk juga bagi pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan," jelasnya. 

"Harapannya karena menikah di bulan baik dan hari baik para calon pengantin ini berharap pernikahannya mendapatkan berkah, sakinah mawaddah wa rahmah dan selalu bahagia," tambahnya. 

Baca juga:
Kisah di Balik Alasan Warga Ponorogo yang Menikah dengan Mahar Beras

Begitu banyaknya pasangan calon pangantin yang akan melangsungkan pernikahan pada malam 9 tentu membuat petugas pencatatan nikah atau penghulu di KUA setempat menjadi kualahan. 

Untuk itu, Kemenag Bojonegoro menghimbau kepada petugas di lapangan agar tetap menjaga kesehatan, dan mengatur jadwal dengan baik.