Pixel Code jatimnow.com

Pengendara Motor Nyemplung di Sungai Kanal Sidoarjo Ditemukan

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Ahaddiini HM
Jenazah korban Iqbal Firmanto (24) warga Hangtuah Rt 18 Rw 06 Sidoklumpuk Sidoarjo saat berada di ruang jenazah Rumah Sakit Anwar Medika Sidoarjo. (Foto: Mardiono BPBD Sidoarjo for jatimnow.com).
Jenazah korban Iqbal Firmanto (24) warga Hangtuah Rt 18 Rw 06 Sidoklumpuk Sidoarjo saat berada di ruang jenazah Rumah Sakit Anwar Medika Sidoarjo. (Foto: Mardiono BPBD Sidoarjo for jatimnow.com).

jatimnow.com - Pria Iqbal Firmanto (24) warga Hangtuah RT 18 RW 06 Sidoklumpuk Sidoarjo yang tercebur di sungai kanal Desa Tarik Sidoarjo, akhirnya berhasil ditemukan petugas Tim SAR gabungan. Korban ditemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia.

"Alhamdulillah, korban sudah diketemukan, di bawah jembatan kedalaman kurang lebih 3 meter dengan arus yang tidak begitu deras," ujar Mardiono, salah satu anggota Tim SAR BPBD Sidoarjo kepada jatimnow.com, Minggu ( 28/4/2024).

Kini korban telah dievakuasi ke ruang jenazah Rumah Sakit Anwar Medika Sidoarjo.

Baca juga:
Ketidakadilan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo

Sebelumnya, seorang warga Sidoklumpuk Sidoarjo tenggelam di Sungai Kanal Desa Tarik Sidoarjo. Peristiwa ini diketahui dari adanya laporan warga tentang penemuan sebuah sepeda motor yang jatuh di sungai dengan korban bernama Iqbal Firmanto (24) warga Hangtuah RT 18 RW 06 Sidoklumpuk Sidoarjo.

Baca juga:
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja Tenggelam di Sungai Sidokare

"Terima info dari warga, bahwa telah ditemukan sebuah sepeda motor jatuh di sungai. Diketahui, pemotor tersebut dari arah selatan menuju ke utara melalui jembatan sungai yang kecil. Sampai di tengah, pemotor terpeleset dan jatuh ke sungai bersama motornya dengan waktu kejadian tadi malam pukul 23.30 WIB," ujarnya, Minggu (28/4/2024).

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam