Pixel Code jatimnow.com

Sesosok Mayat Ditemukan di Kaki Jembatan Suramadu Sisi Surabaya

Editor : Endang Pergiwati   Reporter : Misbahul Munir
Tangkap layar video petugas Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Tangkap layar video petugas Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi terhadap jasad korban (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sesosok mayat ditemukan di kaki Jembatan Suramadu, persisnya di P46 bagian tengah mengarah ke sisi Surabaya. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis dengan menggunakan tali dan perahu.

Dari informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut diketahui warga sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka langsung melaporkan kejadian itu ke Command Center 112 Surabaya.

Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi. Saat hendak melakukan evakuasi, petugas sempat mengalami kesulitan lantaran posisi mayat berada di bagian kaki jembatan di bagian tengah yang cukup tinggi.

Evakuasi pun dilakukan petugas gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya (SAR), Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polair Mabes Polri, Ditpolair Polda Jatim dan BPBD Kota Surabaya, serta dibantu para nelayan.

Baca juga:
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Persawahan Kediri

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Suryadi menyatakan, saat ini masih lakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Masih kami cek dengan petugas gabungan," tuturnya.

Baca juga:
Pria Lamongan Ditemukan Meninggal di Sebelah Rel, Polisi Lakukan Penyelidikan

Usai dievakuasi, petugas gabungan membawa jasad tersebut ke daratan. Lalu, diangkut melalui Dermaga Navigasi Tanjung Perak Surabaya.

Berdasarkan temuan di lokasi ditemukan tas dan dompet berisi identitas yang diduga milik korban. Namun polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam