Pixel Code jatimnow.com

Kini Pecah KK di Surabaya Harus Pisah Rumah, Benarkah?

Editor : Yanuar D   Reporter : Ni'am Kurniawan
Ilustrasi pencatatan kependudukan di Siola Surabaya (dok.jatimnow.com)
Ilustrasi pencatatan kependudukan di Siola Surabaya (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkot Surabaya memperketat upaya pengurusan domisili bagi warga yang tinggal di Kota Pahlawan. 

Saat ini, muncul kabar jika warga yang ingin pecah Kartu Keluarga (KK) diwajibkan memiliki alamat sendiri, alias pisah rumah. Artinya, dalam satu alamat dilarang memiliki dua KK. Benarkah?

Kepala Bidang Pemanfaatan Data/Inofasi Pelayanan Dispendukcapil Surabaya Ivan Wijaya mengatakan, pengetatan ini adalah upaya pemkot menertibkan status domisili warga dalam catatannya di KTP ataupun KK.

Namun, kebijakan ini masih dalam taraf kajian, alias belum final. Artinya, masih ada opsi lain jika ditemukan formula baru. 

"Nanti (masih) ada agenda rapat koordinasi dengan narasumber akademisi hukum. Untuk membulatkan kebijakan yang akan ditetapkan," ucap Ivan, kepada jatimnow.com, Kamis (30/5/2024).

Baca juga:
Puskesmas di Surabaya Tetap Buka Selama Ramadan 2026, Ini Jadwal Layanannya

Sebelumnya, penertiban domisili ini juga telah dilakukan sejak awal Maret 2024 untuk seluruh warga yang tinggal di Surabaya. Baik pendatang (domisili) ataupun yang telah ber-KTP Surabaya diwajibkan melapor ke RT/RW setempat untuk dilakukan pendataan.

Ivan menjelaskan, formula ini muncul karena ditemukan saat itu pada salah satu alamat di Surabaya yang memiliki dua KK. 

Baca juga:
Menjahit Rantai Pasok Hotel dan UMKM, Strategi Penuhi Instruksi Presiden

KK pertama tercatat 2 orang, dan KK kedua 13 orang, total dihuni oleh 15 orang, namun keberadaan 13 orang tersebut tak dapat ditemukan sampai sekarang, entah masih di Surabaya atau diluar Surabaya.

"Jumat nanti disiarkan secara resmi untuk pertama kalinya," jelas Ivan.

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com
Pojok Jimerto

Foto: HUT 8 Tahun jatimnow.com

Selama delapan tahun, kami juga menjadi lentera di tengah kabut informasi, menuntun pembaca pada logika berfikir dan jalan kebenaran, meski kadang harus menembus riuhnya suara-suara yang bersaing.

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com
Peristiwa

Harapan Mereka untuk 8 Tahun jatimnow.com

"Tantangan jatimnow hari ini adalah bagaimana berperang melawan informasi yang tak bisa di pertanggungjawabkan asal-usulnya. Tugas jatimnow disitu," tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono.