Pixel Code jatimnow.com

Indosat Deteksi 200 Juta Panggilan dan 90 Juta Pesan Beresiko Melalui Teknologi AI

Editor : Yanuar D   Reporter : Avirista Midaada
Ilustrasi panggilan beresiko yang diblokir. (Foto: Indosat/jatimnow.com)
Ilustrasi panggilan beresiko yang diblokir. (Foto: Indosat/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan juta pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison menerima manfaat teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI), untuk perlindungan anti spam dan anti scam. Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025 lalu, fitur anti-spam dan anti-scam milik Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan beresiko, memberikan peringatan pada lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan dari potensi penipuan digital.

Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Bilal Khazmi menjelaskan, inovasi teknologi yang diluncurkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison ini jadi bentuk komitmen melindungi pelanggan dari panggilan beresiko spam hingga pesan yang mengancam privasi pelanggan. Menurutnya, dari data 66 persen orang di Indonesia mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan 14 persen di antaranya kehilangan uang dengan total kerugian hingga Rp49 triliun.

"Sebagian besar penipuan terjadi melalui platform pesan langsung (direct-message), seperti pesan instan (instant-messaging) dan SMS. Selain dampak finansial, 51 persen orang yang menjadi korban penipuan menyatakan mengalami stres akibat hal tersebut," kata Bilal Khazmi, melalui keterangan tertulisnya, pada Senin (24/11/2025).

Dari data aktivitas mencurigakan tersebut, berdasarkan data internal ada 290 juta panggilan spam telah teridentifikasi pada jaringan VoLTE. Jika diekstrapolasi ke seluruh pelanggan, semenjak 2,5 bulan sejak fitur Anti-Spam dan Anti-Scam diluncurkan, telah terdapat lebih dari 500 juta SMS dan panggilan scam/spam yang diidentifikasi. Selain itu, lebih dari 145 juta pesan spam dan scam telah ditandai, termasuk juga diantaranya 110 juta pesan penipuan (fraudulent). 

"Teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar dapat menjelajahi dunia digital dengan lebih percaya diri. Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan yang kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia," jelasnya.

Ia menegaskan, fitur ini disebut sebagai pencegahan hal-hal tak diinginkan. Meski sistem ini belum sepenuhnya memblokir panggilan atau pesan berbahaya, perannya sebagai sistem pengingat awal terbukti efektif dalam mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan kewaspadaan digital masyarakat. Pelanggan menerima peringatan dini sebelum sempat menjadi korban, sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan secara tepat.

Baca juga:
Gandeng Indosat, Liga Tendang Bola 2026 Jadi Wadah Digital Futsal Pelajar Jatim

"Indosat meyakini bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital. Berpegang pada prinsip Zero Trust, tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi, prinsip ini menjadi fondasi pendekatan Indosat dalam memperkenalkan fitur ini, agar masyarakat lebih waspada terhadap pesan, tautan, dan panggilan mencurigakan," bebernya.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, yang dibangun di atas teknologi AIvolusi5G Indosat, memberikan perlindungan menyeluruh tanpa mengharuskan pelanggan memiliki perangkat premium atau menginstal aplikasi tambahan. Melalui IM3, perlindungan ini tersedia dengan nama SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam), yang terdiri dari dua jenis: SATSPAM BASIC, yang otomatis aktif untuk semua pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif; dan SATSPAM+, yang menawarkan perlindungan lebih canggih dengan kemampuan mendeteksi tautan berbahaya. 

"Sementara itu, untuk pelanggan Tri, fitur serupa yakni TRI AI AntiSpam atau scam yang hadir melalui deteksi visual tiga kode warna toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Beresiko," paparnya.

Baca juga:
Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru

Selain itu, pelanggan IM3 dan Tri juga dapat mengakses fitur perlindungan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+. Fitur Plus+ ini aktif otomatis bagi pelanggan dengan paket data aktif, memberikan peringatan melalui notifikasi telepon dan SMS untuk nomor yang ditandai sebagai mencurigakan atau berpotensi merugikan. Fitur ini juga menyajikan peringatan SMS yang lebih jelas, pop-up notifikasi dengan kode warna, dan ringkasan panggilan yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut.

Dengan dukungan teknologi AI yang terus berkembang dan edukasi keamanan siber yang berkelanjutan, pihaknya menegaskan, komitmennya untuk tidak hanya melindungi pelanggan dari ancaman digital, tetapi juga membangun kepercayaan dan ketangguhan masyarakat di era konektivitas tanpa batas. 

"Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia," tukasnya.