Pixel Code jatimnow.com

Mobil Anargya Mark 5.0 ITS Siap Guncang FSAE Global, Ini Spesifikasinya!

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Peluncuran mobil Anargya Formula EV Mark 5.0 di ITS Surabaya. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Peluncuran mobil Anargya Formula EV Mark 5.0 di ITS Surabaya. (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi di bidang energi terbarukan.

Tim riset kendaraan listrik mahasiswa, Anargya, secara resmi meluncurkan mobil balap formula terbarunya, Anargya Formula EV Mark 5.0, pada Jumat (28/11) di Gedung Research Center ITS.

Peluncuran ini menjadi penanda kesiapan tim untuk berlaga di ajang prestisius Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Australasia 2025 yang akan berlangsung di Calder Park Raceway, Australia.

Keikutsertaan di FSAE Australasia 2025 ini menjadi tantangan ganda bagi Tim Anargya. Pembimbing Tim Anargya ITS, Alief Wikarta, mengungkapkan bahwa tahun ini adalah kali pertama tim berpartisipasi dalam dua kompetisi FSAE dalam satu tahun, menyusul prestasi mereka di FSAE Jepang 2025.

“Ini tantangan sekaligus perayaan atas kerja satu tahun penuh Tim Anargya,” ujar Alief Wikarta. Dengan bekal pengalaman dari Jepang, pihaknya yakin akan membawa pulang juara dari Australasia kali ini.

General Manager (GM) Tim Anargya ITS, Dendi Satria Romadhan, menjelaskan bahwa Mark 5.0 membawa serangkaian pengembangan komponen elektrik yang berfokus pada sistem power train. Inovasi ini bukan hanya sekadar upgrade, melainkan lompatan performa yang signifikan.

“Dibanding generasi sebelumnya, inovasi kali ini dikhususkan pada komponen power train. Lebih cepat dari tahun lalu, mobil kali ini memiliki kecepatan maksimum hingga 94 kilometer per jam,” papar Dendi, yang merupakan mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS.

Mobil balap listrik bermassa 271 kilogram ini mengandalkan baterai tipe Lithium-ion berdaya tahan tinggi yang dipadukan dengan mesin motor tipe Emrax 208 Medium Voltage berdaya 80 kilowatt.

Kombinasi power train ini menghasilkan peningkatan performa drastis dan efisiensi daya yang optimal, menjadikannya kompetitor yang patut diperhitungkan di sirkuit Australia.

Baca juga:
Atasi Defisit BPJS, Mahasiswa ITS Integrasikan Gym ke Mobile JKN

Secara detail, Anargya Formula EV Mark 5.0 dirancang menggunakan sasis bertipe tubular space frame dengan material andal Carbon Steel JIS STKM 13B. Mobil ini memiliki dimensi panjang 3.503 meter, lebar 1.465 meter, dan tinggi 1.283 meter.

Yang menarik, badan mobil dibangun melalui proses wet lay-up menggunakan material fiberglass composite dengan inti nomex honeycomb. Untuk meningkatkan stabilitas, mobil ini juga dilengkapi side wing yang berfungsi vital dalam memberikan downforce, khususnya saat mobil bermanuver di tikungan tajam.

“Dengan inovasi yang kami bawakan, kami akan berusaha maksimal untuk mengukir prestasi, dimulai dengan lolos technical inspection dan berpartisipasi penuh dalam seluruh aspek penilaian dynamic event di FSAE Australasia 2025,” tegas Dendi.

Inovasi yang dilahirkan Tim Anargya ini selaras dengan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. Kepala Bagian Data dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan ITS, Murdiono, menegaskan komitmen institusi dalam mendukung mahasiswa berprestasi di kancah global.

Baca juga:
Cukup Rekam Batuk, Alat Buatan ITS Ini Bisa Skrining Gejala TBC

"ITS akan terus mendukung mahasiswanya untuk berprestasi hingga ke kancah internasional. Lewat inovasi yang digagas, saya yakin mahasiswa ITS dapat bersaing di ranah industri energi terbarukan,” ungkap Murdiono.

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus mendukung inovasi yang lahir dari Kampus Pahlawan ini.

Prestasi Tim Anargya ini secara nyata mendukung SDG Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui riset berkelas dunia, dan SDG Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Dengan semangat optimisme, Anargya Formula EV Mark 5.0 siap membawa nama Indonesia terbang tinggi di benua Kanguru.