Pixel Code jatimnow.com

232 Penderita Hipermetropi di Tulungagung Terima Bantuan Kacamata

Editor : Bramanta  
Foto: Salah satu penderita hipermetropi atau gangguan penglihatan mata plus di Tulungagung saat mendapatkan bantuan kacamata baca gratis. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Salah satu penderita hipermetropi atau gangguan penglihatan mata plus di Tulungagung saat mendapatkan bantuan kacamata baca gratis. (Bramanta/jatimnow.com)

 

jatimnow.com-Ratusan warga Tulungagung menerima bantuan berupa kacamata baca oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung. Bantuan itu difokuskan untuk masyarakat Tulungagung yang mengalami gangguan penglihatan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Tulungagung, dr. Aris Setiawan mengatakan, banyak kasus gangguan penglihatan seperti hipermetropi (mata plus) atau kelainan visus. Banyaknya kasus gangguan penglihatan ini dibuktikan melalui program cek kesehatan gratis (CKG) yang dijalankan oleh Dinkes Tulungagung. Dimana mayoritas peserta CKG terutama pelajar di jenjang sekolah dasar (SD), diketahui sudah mengalami kelainan visus, sedangkan masyarakat usia 40 keatas mengalami mata plus.

"Sesuai hasil CKG yang saat ini juga masih berjalan, diketahui jika mayoritas pesertanya mengalami gangguan penglihatan baik itu mata plus atau kelainan visus seperti mata minus," ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Banyak kelompok masyarakat di Tulungagung yang peduli dengan kesehatan mata kemudian menggandeng Dinkes Tulungagung untuk melakukan kegiatan baksos. Mereka menggelar baksos dengan membagikan kacamata baca maupun kacamata minus bagi penderita gangguang penglihatan.

Baca juga:
178 Bidang Tanah di Tulungagung Tak Bisa Sertifikasi Wakaf, Ini Penyebabnya

Secara rinci, penerima bantuan kacamata baca gratis ini merupakan masyarakat dengan sasaran yang berusia 40 tahun keatas yang sudah mengalami masalah mata plus. Gangguan penglihatan itu tentunya mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk melihat objek jarak dekat terutama objek dalam bentuk tulisan.

"Kegiatan baksos itu, kami diminta untuk mendistribusikan kacamata baca untuk penderita mata plus dengan usia 40 tahun keatas. Sedangkan untuk mata minus, pendetitanya usia produktif dan penerima bantuan kacamata minus ada yang merupakan pelajar dan saat ini masih proses," ungkapnya.

Baca juga:
Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Akibat Angin Puting Beliung

Para penerima bantuan kacamata gratis ini diusulkan berdasarkan data pasien dari masing-masing puskesmas di Kabupaten Tulungagung sesuai hasil CKG. Sebanyak 232 warga menerima bantuan ini. Melalui pembagian kacamata ini diharapkan mampu membantu aktivitas masyarakat yang mengalami mata plus yang kebanyakan diakibatkan faktor usia. Dengan begitu, masyarakat penderita mata plus tidak lagi kesulitan jika ingin menjalankan aktivitas seperti mengaji atau membaca, sehingga lebih mudah untuk beraktivitas.

"Saat ini kami masih fokus untuk menyalurkan bantuan kacamata baca gratis untuk penderita mata plus. Sedangkan untuk kacamata minus bagi penderita kelainan visus, dilakukan setelah penyaluran kacamata baca selesai," pungkasnya.