Pixel Code jatimnow.com

Perempuan di Blitar Nekat Menceburkan Diri ke Sungai, Pencarian Masih Dilakukan

Editor : Bramanta  
Foto: Proses pencarian terhadap korban yang menceburkan diri ke sungai di Blitar. (Polres Blitar/jatimnow.com)
Foto: Proses pencarian terhadap korban yang menceburkan diri ke sungai di Blitar. (Polres Blitar/jatimnow.com)

jatimnow.com–Seorang perempuan dilaporkan hanyut di aliran Sungai Brantas, tepatnya di Dusun Mboro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Korban diduga menceburkan diri ke sungai dengan arus deras. Korban diketahui bernama Devi Puspitasari (35), warga Jalan Sulawesi Nomor 25, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Kapolsek Sanankulon AKP Nurbudi Santosa mengatakan kejadian tersebut terjadi kemarin sore. Dari hasil pemeriksaan saksi mata, korban datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio G bernomor polisi AG 5828 KAN. Korban memarkir kendaraannya di dekat rumah warga, lalu berjalan menuju tepi Sungai Brantas.

“Tak lama kemudian warga mendengar suara percikan air dan melihat korban berada di sungai. Saat warga berusaha menolong, korban sempat berpegangan pada akar pohon, namun diduga melepaskan pegangan hingga akhirnya terbawa arus ke arah barat,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Menurut keterangan saksi, arus Sungai Brantas saat kejadian cukup deras dengan ketinggian tebing sekitar 2,5 meter. Kondisi cuaca saat itu cerah dan belum turun hujan. Di lokasi kejadian, petugas menemukan dompet berwarna hitam serta STNK sepeda motor. Berdasarkan informasi keluarga, korban yang berstatus sebagai janda dua anak ini diketahui mengalami depresi dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

Baca juga:
Pelaku Begal Payudara di Kota Blitar Ditangkap Warga

“Korban sempat berpamitan kepada ibunya sebelum meninggalkan rumah. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan psikologis,” tuturnya.

Aparat kepolisian bersama tim gabungan dari Basarnas, TNI, relawan, dan potensi SAR masih melakukan upaya pencarian. Posko SAR Gabungan didirikan di Kantor Desa Tuliskriyo untuk memaksimalkan pencarian korban yang diduga hanyut. Mereka menggunakan perahu karet untuk menelusuri sungai tersebut.

Baca juga:
Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

"Proses pencarian hingga saat ini masih terus berlangsung, untuk perkembangannya nanti akan kita sampaikan," pungkasnya.