jatimnow.com-Sebanyak 170 mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mementaskan tari reog kendang dalam kegiatan ujian akhir semester. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal khas Tulungagung di lingkungan akademik.
Pementasan bertajuk Harmoni Budaya Lokal, Semarakkan Semangat Global digelar di area kampus UBhi Tulungagung, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi PGSD semester satu dan tiga.
Selain pementasan tari reog kendang, kegiatan ini juga menampilkan pameran karya seni rupa dan kerajinan tangan hasil pembelajaran mahasiswa. Seluruh rangkaian acara merupakan penilaian akhir untuk mata kuliah seni rupa, kerajinan tangan, serta seni lokal khas daerah.
Dosen Seni Budaya UBhi Tulungagung, Ammy Aulia Renata Anny, mengatakan pementasan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang utuh bagi mahasiswa. Tidak hanya sebatas teori di kelas, mereka juga dituntut untuk mampu mementaskannya.
“Ini adalah ujian akhir semester. Mahasiswa semester satu mengikuti mata kuliah seni rupa dan kerajinan tangan, sementara semester tiga menempuh mata kuliah reog kendang. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman estetik secara langsung,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Baca juga:
Mahasiswa di Tulungagung amati jalur migrasi burung dari Cina dan Rusia
Menurut Ammy, pemahaman terhadap budaya lokal penting bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik. Ia menyebut pembelajaran berbasis seni dan budaya daerah diharapkan mampu memperkuat identitas lokal dalam dunia pendidikan dasar.
Reog kendang dipilih karena memiliki unsur gerak dan musikal yang dinilai relevan untuk pembelajaran anak-anak. Selain itu, kesenian tersebut merupakan identitas khas Tulungagung yang rutin dipentaskan dalam berbagai kegiatan daerah, termasuk festival tingkat pelajar.
Baca juga:
232 Penderita Hipermetropi di Tulungagung Terima Bantuan Kacamata
“Reog kendang melatih kemampuan ritmis serta motorik halus dan kasar. Ini sangat bermanfaat dalam pendidikan anak,” tuturnya.
Melalui pementasan ini diharapkan mahasiswa mampu mengenal, memahami, dan kelak mengajarkan seni budaya lokal kepada peserta didik di sekolah dasar sebagai bagian dari upaya regenerasi dan pelestarian budaya daerah.