jatimnow.com-Meskipun telah mendapat sanksi dari Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, namun manajemen Perseta 1970 Tulungagung tetap berkeinginan membawa kasus tendangan kungfu yang dialami pemainnya ke ranah hukum. Mereka ingin kasus ini menjadi pembelajaran semua pihak. Selama ini kasus kekerasan dalam dunia sepakbola selalu terjadi dan terus terulang setiap tahun.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung, Rudi Iswahyudi mengatakan pemainnya bernama Firman Nugraha hingga saat ini masih kerap merasa sakit di bagian dada. Firman masih dalam tahap observasi pasca kejadian tendangan kungfu yang dialaminya saat melawan Putra Jaya Pasuruan, Senin (5/1/2026) lalu. Masa observasi ini akan berlangsung selama dua minggu.
"Setelah itu nanti kita periksakan lagi ke rumah sakit untuk mengetahui kondisinya," ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Pihak manajemen sendiri telah melakukan koordinasi dengan kepolisian terkait kasus tersebut. Meskipun pemain Putra Jaya Pasuruan, M Hilmi telah mendapat sanksi larangan beraktivitas di dunia sepakbola seumur hidup dari Komdis Asprov PSSI Jatim, namun langkah hukum tetap akan ditempuh. Mereka menegaskan niat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum bukan untuk balas dendam.
"Ini agar menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak, selama ini kasus kekerasan dalam olahraga selalu terulang," tuturnya.
Baca juga:
Askab PSSI Serahkan Langkah Hukum ke Manjemen Perseta 1970 Tulungagung
Mereka juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti. Mereka menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. AKibat kejadian ini pemain Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk bawah bagian kiri. Hingga saat ini Firman masih kerap mengeluhkan sakit di bagian tersebut.
"Barang bukti dan saksi sudah kita siapkan, dalam waktu dekat akan resmi kita laporkan" pungkasnya.
Baca juga:
Komdis Asprov PSSI Jatim Berikan Sanksi Tegas Kepada Pemain Putra Jaya Pasuruan