Pixel Code jatimnow.com

Empat Wilayah Jadi Sasaran Utama Pembangunan Jalan Tulungagung 2026

Editor : Bramanta  
Foto: Kantor Dinas PUPR Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kantor Dinas PUPR Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Terdapat empat wilayah yang menjadi prioritas pembangunan jalan di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan kemantapan jalan Tulungagung bisa mencapai 70 persen.

Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmat Rifai Sodik mengatakan, Pemkab Tulungagung telah menganggarkan Rp 300 miliar dari APBD untuk pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Adapun rencana pembangunan meliputi pemeliharaan dan rekontruksi jalan.

"Rencana pembangunan infrastruktur jalan di Tulungagung mencapai Rp 300 miliar yang bersumber dari APBD," ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Dengan alokasi anggaran Rp 300 miliar, total pembangunan infrastruktur jalan diproyeksikan dapat mencapai 100 kilometer. Fokus utama perbaikan infrastruktur adalah menyasar jalan yang mengalami rusak selama bertahun-tahun.

"Untuk lokasi pembangunan infrastruktur jalan sudah ada data dari Bappeda Tulungagung," tuturnya.

Perbaikan jalan di tahun 2026 akan banyak menyasar di jalan sirip menuju Jalur Lintas Selatan (JLS). Seperti jalan di Kecamatan Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat dan Besuki.

"Sebagian besar pembangunan adalah jalan sirip menuju JLS. Karena banyak jalan yang mengalami rusak berat. Maka kami utamakan," ungkapnya.

Sodik menjelaskan, melihat kondisi di empat kecamatan tersebut rusak berat, Dinas PUPR Tulungagung akan melakukan rekontruksi jalan. Artinya jalan yang rusak akan dibongkar dan akan dibangun kembali menggunakan cor beton.

Baca juga:
SPPG yang Kirim MBG di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Belum Kantongi SLHS

"90 persen rekontruksi jalan akan menggunakan cor beton. Sehingga jalan bisa lebih awet dan tahan dari air," jelasnya.

Proses rekontruksi jalan akan mulai dilakukan pekerjaan fisik pada Mei 2026 mendatang. Mengingat proses rekontruksi jalan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kalau rekontruksi jalan akan kami mulai pengerjaan fisik setelah Hari Raya Idul Fitri. Agar tidak mengganggu pengguna jalan, mengingat proses pengerjaan rekontruksi butuh waktu lama," terangnya.

Sedangkan untuk ruas jalan lain seperti di wilayah kota akan tetap dilakukan pemeliharaan. Rencananya, pemeliharaan jalan akan mulai dilakukan pekerjaan fisik pada Februari 2026.

Baca juga:
SPPG Pemasok SMKN 3 Boyolangu Diminta Berhenti Sementara Usai Ratusan Siswa Diare

"Pemeliharaan jalan akan menggunakan hotmic. Pekerjaan fisik akan dimulai pada Februari, karena prosesnya tidak perlu waktu lama," paparnya.

Dengan rencana dan anggaran cukup besar, Dinas PUPR Tulungagung menargetkan kemantapan jalan bisa mencapai 70 persen pada tahun 2026. Sehingga bisa mencapai batas yang telah ditentukan Kementerian PUPR.

"Tahun lalu kemantapan jalan di Tulungagung masij 63 persen. Target kami tahun ini bisa naik menjadi 70 persen," pungkasnya.