jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperkuat layanan rehabilitasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Dalam peresmian tersebut, Khofifah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.
Khofifah menegaskan, pembangunan gedung baru UPT RSBL memiliki peran strategis karena gedung lama berada di kawasan rawan banjir. Kondisi tersebut kerap menghambat proses pelayanan dan penanganan ODGJ, khususnya di wilayah timur Jawa Timur.
“UPT RSBL ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap ODGJ. Ini adalah upaya nyata kita memanusiakan manusia. Insya Allah, kalau kita memuliakan yang ada di bumi, kita akan dimuliakan yang ada di langit,” ujar Khofifah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur serta seluruh petugas yang selama ini memberikan pelayanan kepada para penerima manfaat. Menurutnya, tugas menangani ODGJ bukan pekerjaan ringan dan membutuhkan ketulusan serta kesabaran tinggi.
“Semua luar biasa dan tentu berinteraksi dengan hati. Tapi saya ingin sampaikan, kalau kerja luar biasa tidak diikuti keikhlasan, menurut saya itu merugi. Jadi ayo, yang keikhlasannya masih setengah-setengah, dikuatkan,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, pelayanan di UPT RSBL bukan sekadar soal kerapian atau kedisiplinan, melainkan memastikan para penerima manfaat dapat pulih, sehat, dan tetap sehat.
Baca juga:
Proyek Dam Pelimpah Jember Senilai Rp15 M Ambrol, Komisi D DPRD Jatim Segera Cek
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah juga menyapa langsung para penerima manfaat serta meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari asrama, ruang makan, lapangan, hingga ruang keterampilan tempat penerima manfaat diajarkan untuk berkarya.
Selain itu, Khofifah menanam pohon mangga di lingkungan UPT RSBL Pasuruan. Pohon serupa rencananya juga akan ditanam di UPT RSBL Kediri pada kesempatan berikutnya.
“Apa yang kita tanam, akan kita lihat kembali paling telat tahun depan. Apa yang kita tanam menjadi tugas kita untuk merawat. Kedisiplinan merawat pohon ini mencerminkan bagaimana kita merawat para penerima manfaat di sini,” tuturnya.
Baca juga:
Disnaker Kediri Sosialisasi UMK Baru, Perusahaan Wajib Terapkan Mulai 1 Januari
Diketahui, gedung baru UPT RSBL Pasuruan dibangun pada 2024 dengan anggaran Rp30,8 miliar di atas lahan seluas 3 hektare. Fasilitas ini mampu menampung 305 penerima manfaat, terdiri dari 216 laki-laki dan 89 perempuan, dengan rincian kategori berat 141 orang dan kategori ringan 164 orang.
Sementara itu, UPT RSBL Kediri dibangun pada 2025 dengan anggaran Rp22,27 miliar di atas lahan seluas 2,7 hektare. UPT ini melayani 300 penerima manfaat, terdiri atas 71 orang kategori berat, 171 kategori sedang, dan 58 kategori ringan yang telah siap dipulangkan.
Reporter: Fatkur Rizki