jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait berkolaborasi dengan aparat kepolisian melakukan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi adanya oknum yang melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM).
Pemantauan dilakukan untuk mencegah pembelian BBM dalam jumlah besar yang berpotensi ditimbun atau diperjualbelikan kembali dengan harga lebih tinggi di tingkat eceran.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan petugas akan memberikan peringatan kepada pihak yang terindikasi melakukan penimbunan. Namun jika pelanggaran tetap dilakukan, maka aparat kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.
Selain pengawasan di SPBU, pemerintah daerah juga memantau harga BBM di tingkat pengecer. Bersama aparat kepolisian hingga tingkat Polsek, tim gabungan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar.
Baca juga:
Jual BBM Hingga Rp30.000 Per Liter, 8 Orang di Jember Diamankan
Pemkab Jember meyakini kondisi antrean BBM yang sempat terjadi tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan laporan dari Pertamina, tim pemantau pemerintah daerah, serta aparat kepolisian, situasi pembelian BBM saat ini mulai menunjukkan tren penurunan dan berangsur normal.
Fawait mengajak masyarakat tetap tenang dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, terutama di bulan suci Ramadan.
Baca juga:
Timbun Ratusan Liter Pertalite, Karyawan SPBU asal Lamongan Ditangkap Polisi
“Insya Allah kondisi ini segera kembali normal. Mari kita fokus menyambut hari-hari terakhir Ramadan dengan kegiatan ibadah yang penuh keberkahan,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah SPBU di Jember sempat mengalami antrean panjang. Namun setelah dilakukan pengawasan bersama oleh pemerintah daerah dan aparat, kondisi di lapangan mulai terkendali dan aktivitas pengisian BBM kembali berjalan normal.