Pixel Code jatimnow.com

Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Dadang Kurnia
Tim SAR gabungan melakukan pencarian ibu dan anak yang diduga nekat menceburkan diri ke Sungai Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian ibu dan anak yang diduga nekat menceburkan diri ke Sungai Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. (Foto: Basarnas Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Operasi pencarian terhadap ibu dan anak yang diduga nekat menceburkan diri ke Sungai Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berakhir duka. Setelah dua hari proses pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Siti Ruqqiyah (35) dan putranya, MI (8), dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu (1/4/2026) sore.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menyatakan bahwa kedua jenazah korban ditemukan di titik lokasi dan waktu yang berbeda di sepanjang aliran sungai.

“Korban pertama, yakni sang ibu berhasil kami temukan sekitar pukul 16.15 WIB pada jarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal kejadian. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 17.15 WIB, korban kedua ditemukan pada radius jarak 1,5 kilometer,” ungkap Nanang.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun pihak berwenang, insiden nahas ini bermula saat Siti dan putra kecilnya diduga kuat menceburkan diri ke aliran Sungai Tunjung pada Selasa (31/3/2026) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB.

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya barang-barang pribadi milik korban yang sengaja ditinggalkan di tepi sungai, berupa tas dan sandal. Begitu menerima laporan warga, tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sumenep dan Kantor SAR Kelas A Surabaya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

Baca juga:
Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

Dalam proses pencarian selama dua hari tersebut, tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) air. SRU pertama merupakan tim penyelam khusus dari Basarnas yang bertugas menyisir area bawah permukaan air di titik awal kejadian.

Koordinator Pos SAR Sumenep, Nurhadi Santoso, mengungkapkan bahwa medan bawah air cukup menyulitkan pergerakan timnya.

“Kondisi air sungai yang sangat keruh menjadi tantangan utama. Jarak pandang penyelam (visibility) sangat terbatas, sehingga pencarian di dasar sungai menuntut ketelitian ekstra,” jelas Nurhadi.

Baca juga:
Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

Sementara itu, SRU kedua dan ketiga menggunakan dua perahu karet milik BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Bangkalan untuk menyisir aliran sungai. Tim melakukan manuver khusus di sejumlah titik mencurigakan untuk menciptakan riak gelombang buatan, dengan harapan dapat mengangkat tubuh korban dari dasar sungai.

Kedua jenazah ibu dan anak tersebut telah dievakuasi ke RSUD Syarifah Ambami Ratu Ebu Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.