Pixel Code jatimnow.com

BBM Bersubsidi 'Hilang' di Malang Sebabkan Antrean Panjang

Editor : Yanuar D   Reporter : Avirista Midaada
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU membeli solar dan Pertalite di Malang raya. (Foto: Aris/jatimnow.com)
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU membeli solar dan Pertalite di Malang raya. (Foto: Aris/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Malang Raya mengalami antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite. Berdasarkan pantauan sejak Jumat pagi (26/6/2026), antrean terjadi di sedikitnya delapan SPBU di Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Di Kota Malang, antrean terlihat di SPBU Jalan Panji Suroso, kawasan Araya, dan Sawojajar. Sementara itu, kondisi di Kabupaten Malang lebih parah hingga menyebabkan kemacetan di jalur nasional Malang–Surabaya, mulai dari kawasan Singosari hingga Kecamatan Lawang.

Di SPBU Randuagung dan SPBU Mondoroko, Singosari, panjang antrean mencapai sekitar 700 meter hingga meluber ke jalan raya. Kondisi tersebut menghambat arus lalu lintas di jalur utama penghubung Malang dan Surabaya.

Sejumlah truk besar dan bus terlihat mengantre selama hampir satu jam. Pemandangan serupa juga terjadi di kawasan Lawang, termasuk di SPBU Bedali hingga wilayah perbatasan Kabupaten Pasuruan.

Salah satu sopir travel, Arga Carella, mengaku telah kesulitan mendapatkan Pertalite dan Solar sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, sejak Kamis (25/6/2026), ia sudah merasakan sulitnya memperoleh Pertalite.

“Nyari dari Sidoarjo, Pasuruan, sampai Malang susah Pertalite. Hari ini bawa mobil solar tambah parah sulitnya,” ujar Arga.

Warga Merjosari itu awalnya hendak mengantarkan rombongan dari Malang ke Banyuwangi pada Jumat pagi. Namun, karena sulit mendapatkan Solar di Malang Raya, ia baru berhasil mengisi BBM di wilayah perbatasan Probolinggo dan Situbondo.

“Susah juga nyari solar. Dari Malang banyak yang antre terus kosong. Sampai Situbondo baru dapat. Sudah empat hari ini susah nyari Pertalite dan Solar,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengakui adanya antrean di sejumlah SPBU di Malang Raya. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa Pertamina telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan yang tersedia.

“Sebagai informasi, hingga Juni ini realisasi penyaluran Biosolar di Jawa Timur telah melebihi 100 persen dari kuota berjalan, sedangkan Pertalite mencapai 96 persen,” kata Ahad, Jumat.

Baca juga:
Warga Jember Ini Butuh 3 Kali Daftar Barcode Pertalite di MyPertamina

Saat ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengatasi kendala penyaluran BBM bersubsidi. Selain itu, meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah, khususnya ke Malang sebagai salah satu destinasi wisata, turut mendorong kenaikan konsumsi BBM.

“Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan secara paralel melaksanakan mitigasi percepatan penyaluran guna memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ahad, Pertamina juga memprioritaskan pengiriman BBM dari terminal suplai utama maupun terminal terdekat. Untuk mengurangi antrean, tambahan pasokan BBM telah dikirim ke sejumlah wilayah, termasuk Malang Raya.

“Hari ini kami juga melakukan mitigasi tambahan melalui skema double alih suplai sehingga volume BBM yang dikirim bertambah dan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, mobil tangki dioptimalkan untuk melayani wilayah dengan kendala pasokan dan tingkat permintaan tertinggi.

Baca juga:
Pakai BBM Bersubsidi untuk Kapal Penumpang, Pemasok di Sumenep Ditangkap

“Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, kami berharap antrean dapat segera terurai dan distribusi BBM kembali normal,” tambah Ahad.

Di sisi lain, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran Polsek untuk memantau situasi di lapangan. Polisi juga telah diinstruksikan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar SPBU yang memicu kemacetan.

“Kalau titiknya kami belum mendapat laporan, nanti saya cek. Jika sudah ada informasi, saya perintahkan para Kapolsek untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar antrean tidak sampai meluber ke jalan raya,” ujarnya.

Taat mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti arahan petugas SPBU maupun kepolisian. Ia juga meminta warga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Masyarakat tidak perlu resah dan tidak perlu terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab. Tetap tenang dan ikuti arahan petugas,” pungkasnya.