Pixel Code jatimnow.com

Hanya Dapat 2 Murid Baru, SDN di Tulungagung ini Kesulitan Cari Siswa

Editor : Bramanta  
Dua siswa baru SDN 2 Plandaan Tulungagung saat mengikuti MPLS. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Dua siswa baru SDN 2 Plandaan Tulungagung saat mengikuti MPLS. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung hanya mendapatkan dua siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Ketatnya persaingan antar sekolah diduga menjadi penyebab minimnya siswa yang mendaftar di sekolah tersebut. Pihak sekolah sudah berusaha maksimal untuk mendapatkan siswa baru. Mereka melakukan sejumlah upaya dengan mendatangi orang tua calon siswa baru dan menawarkan sejumlah bantuab agar bersedia mendaftar di sekolah ini. Namun upaya tersebut belum mendapat hasil memuaskan.

Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah mengatakan total siswa di sekolah ini hanya 16 murid saja. Jumlah siswa terus menyusut sejak tahun 2017 lalu. Setiap tahun mereka hanya memperoleh dua siswa baru. Jumlah tersebut tetap mereka syukuri dibanding tidak mendapat siswa sama sekali.

"Tahun lalu kami juga dapat dua siswa, tahun ini juga dua siswa, " ujarnya, Senin (13/7/2026).

Sejumlah hal diduga menjadi penyebab minimnya jumlah siswa baru di sekolah tersebut. Banyaknya sekolah negeri lain dan swasta yang ada di sekitarnya menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk memperoleh siswa baru. Selain itu beredar isu bahwa SDN 2 Plandaam sudah tutup sejak lama. Padahal meski jumlah siswa terus merosot namun sekolah ini tetap beroperasi. Lokasi sekolah yang tertutup dengan Balai Desa Plandaan juga membuatnya semakin tidak terlihat warga.

Baca juga:
Pelajar SMP di Tulungagung Tewas Usai Terlibat Kecelakaan Dengan Mobil

"Setiap tahun dalam SPMB selalu menjadi tantangan tersendiri, kami sudah mulai bergerilya mencari siswa baru sejak 3 bulan lalu," tuturnya.

Meski hanya mendapat dua siswa baru, Siti memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan maksimal. Guru akan tetap mengajar para siswa tersebut. Minimnya jumlah siswa ini berpengaruh terhadap besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima. Untuk mencukupi operasional para guru yang berstatus sebagai ASN iuran setiap bulan.

Baca juga:
Pencarian Pemancing Hilang di Sungai Brantas Tulungagung Dihentikan, Ini Sebabnya

"Dana iuran juga kami gunakan untuk membelikan seragam dan perlengkapan sekolah serta tabungan bagi siswa baru, " pungkasnya.