jatimnow.com – Memasuki hari ke-40 masa hilangnya Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok di perairan utara Jawa Timur, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Surabaya kian mengintensifkan upaya pencarian. Pada Selasa (14/7/2026), tim gabungan mengerahkan kapal canggih KN SAR 249 Permadi untuk menyisir area pencarian baru yang diduga kuat menjadi rute pelayaran dan lokasi tangkap kapal nahas tersebut.
KMN Entok sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan belum kembali sejak berangkat mencari ikan dari wilayah Perairan Lamongan lebih dari sebulan yang lalu.
Bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 07.15 WIB, KN SAR 249 Permadi bergerak menuju titik pencarian baru yang berjarak sekitar 157 mil laut. Dalam operasi kali ini, tim SAR turut membawa serta perwakilan keluarga korban.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa pelibatan keluarga korban yang juga memiliki pengalaman melaut bersama awak KMN Entok merupakan langkah taktis untuk memastikan keakuratan koordinat lokasi yang biasanya menjadi area tangkapan kapal tersebut.
"Hasil penyisiran KN SAR Permadi ini diharapkan nantinya dapat segera menemukan tanda-tanda keberadaan KMN Entok, atau setidaknya mendapatkan petunjuk serta informasi baru lainnya di lapangan," ungkap Nanang.
Baca juga:
Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas
Dalam operasi pencarian berjarak ratusan mil ini, KN SAR 249 Permadi membawa tim gabungan yang terdiri dari 14 Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Permadi, 2 personel Unit Siaga SAR Lamongan, personel PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), anggota Ditpolairud Polda Jawa Timur, ABK KP. Manyar, serta perwakilan keluarga korban.
Sebelum menerjunkan KN SAR Permadi, Kantor SAR Surabaya sejatinya telah melakukan pemapelan informasi secara masif. Tim SAR menyebarkan e-broadcast dan peringatan maritim kepada seluruh kapal niaga maupun kapal nelayan yang melintas di jalur potensial KMN Entok.
Baca juga:
Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Nuris Jember
Jaringan kordinasi tersebut mencakup berbagai instansi strategis, di antaranya Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya, SROP (Surabaya, Tuban, Bawean, Kalianget, Masalembu), KSOP (Tanjung Pakis, Kalianget), Satpolairud Sumenep, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) di berbagai pulau, hingga paguyuban nelayan di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.
Meski upaya pencarian telah diperluas baik secara fisik maupun jalur komunikasi radio, hingga Selasa siang tim SAR gabungan belum mendapati tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan KMN Entok. Belum ada temuan badan kapal, puing-puing, ataupun jejak material lain yang berkaitan dengan kapal nelayan asal Lamongan tersebut.