jatimnow.com - Sejumlah aktivis lingkungan bersama mahasiswa UIN SATU Tulungagagung melakukan aksi bersih sampah di Pantai Sidem, Desa Besole, Kecamatan Besuki. Dalam waktu, 60 menit mereka sudah mengumpulkan sebanyak 100 kilogram sampah di kawasan pantai tersebut. Tak hanya mengumpulkan sampah, mereka juga melakukan brand audit untuk mengetahui asal produsen sampah ini.
Kegiatan bersih sampah dan brand audit dilakukan dalam rangka memperingati Plastic Free July. Adapun peserta yang mengikuti berasal dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jatim, Aliansi Lereng Wilis Indonesia (ALWI), Mapala Himalaya, LPM Aksara UIN SATU Tulungagung dan beberapa komunitas lainya.
"Kegiatan ini sebagai upaya menekan penggunaan plastik sekali pakai yang sudah kelebihan produksi dan menyebabkan pencemaran lingkungan," ujar Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Jatim, Lucky Wahyu Pradana, Sabtu (18/7/2026).
Mirisnya para aktivis lingkungan dan mahasiswa tidak membutuhkan waktu lama untuk mengumpulkan sampah di Pantai Sidem. Hanya butuh waktu 60 menit, mereka berhasil mengumpulkan 100 kilogram sampah.
"Pantai Sidem merupakan muara dari sungai besar di Tulungagung, Trenggalek dan Blitar," terangnya.
Ratusan kilogram sampah yang terkumpul akan dilakukan pemilihan berdasarkan jenis. Mulai dari sampah plastik, kaca, karet hingga limbah B3. Selain itu, juga dilakukan brand audit terhadap sampah yang ditemukan.
Baca juga:
Diduga Mabuk Berat, Warga Tulungagung Tewas Tercebur Sungai Bersama Motornya
"Kami juga mencatat merk produk sampah apa saja yang mencemari Pantai Sidem. Nanti hasil brand audit akan kami kirim ke produsen sampah dan DLH Tulungagung," jelasnya.
Berdasarkan regulasi, produsen juga memiliki tanggung jawab pengelolaan limbah sampah. Termasuk kewajiban produsen dalam mengurangi produksi sampah dari kemasan yang mereka buat.
"Sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah, tapi juga produsen. Namun seringkali masalah sampah berakhir dengan mediasi tanpa jawaban pasti," paparnya.
Baca juga:
Musim Kemarau, BPBD Tulungagung Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih
Sampah yang ditemukan di Pantai Sidem bukan semata-mata berasal dari pengunjung. Namun sampah juga berasal dari kebiasaan masyarakat kota yang membuang sampah di sungai.
"Sampah yang dibuang ke sungai akan terbawa hingga ke muara. Di Pantai Sidem menjadi muara dari tiga sungai besar," pungkasnya.