Pixel Code jatimnow.com

Skandal Dugaan Perselingkuhan Oknum Sekdes di Probolinggo Gegerkan Warga

Editor : Dadang Kurnia   Reporter : Ide Farid Nasution
Perselingkuhan perangkat desa (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)
Perselingkuhan perangkat desa (ilustrasi). (Foto: Gemini AI)

jatimnow.com – Warga Kabupaten Probolinggo digegerkan beredarnya sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi penggerebekan terhadap pasangan perselingkuhan yang diduga melibatkan oknum Sekretaris Desa (Sekdes) berinisial T.

Oknum yang ada dalam video viral itu disebut-sebut bertugas sebagai Sekdes Muneng. Dalam video yang beredar, ia tepergok tengah berduaan di dalam kamar hotel di kawasan Kademangan bersama seorang perempuan bersuami.

Mirisnya, perempuan tersebut merupakan istri sah dari warga desanya sendiri. Aksi penggerebekan yang terekam kamera itu langsung viral di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @Jos. Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 100 ribu kali dan memicu gelombang kecaman dari warganet.

Dalam narasi yang beredar, terbongkarnya skandal ini bermula dari kecurigaan pihak keluarga sang perempuan. Merasa ada gelagat yang janggal, suami korban bersama sejumlah kerabat secara diam-diam membuntuti pergerakan istrinya dan oknum Sekdes tersebut hingga masuk ke area hotel di kawasan Kademangan.

Baca juga:
Diduga Langgar Etik, Anggota Polres Tulungagung Dipatsuskan

Didampingi oleh petugas keamanan, suami korban bersama sejumlah kerabat langsung mendatangi kamar tempat mereka berada dan mendapati keduanya di dalam satu ruangan.

Menanggapi kehebohan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.

Baca juga:
Wanita di Banyuwangi Polisikan Suami Karena Selingkuh, Video Syur Jadi Bekal

"Kami masih menunggu laporan dari kepala desa dan camat setempat. Nantinya, laporan itu akan kami dalami sesuai aturan yang berlaku. Kewenangan pembinaan perangkat desa berada di tangan kades selaku pihak yang mengangkat dan memberhentikan, dengan tetap membutuhkan rekomendasi dari camat," jelas Ugas.

Senada dengan hal tersebut, pihak Kecamatan Sumberasih melalui sang camat saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku belum mendapatkan informasi yang valid karena masih dalam masuk pemulihan usai keluar dari rumah sakit.