Pixel Code jatimnow.com

Dugaan Manifes Bodong KMP Mutiara Sentosa I, Polda Jatim Periksa 22 Saksi

Editor : Yanuar D  
Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara. (Foto: Polda Jatim/jatimnow.com)
Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara. (Foto: Polda Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penyelidikan kasus terbakarnya KMP Mutiara Sentosa I di Perairan Utara Sumenep, Madura, pada 2 Agustus 2026 terus bergulir. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur menemukan indikasi adanya ketidaksesuaian antara data manifes resmi dengan jumlah penumpang maupun barang yang diangkut kapal.

Dugaan tersebut mengemuka setelah penyidik menemukan perbedaan data yang disampaikan sejumlah pihak terkait. Informasi mengenai jumlah penumpang disebut masih berubah-ubah sehingga belum dapat dipastikan secara final.

Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat mempublikasikan jumlah penumpang yang sebenarnya karena masih dalam proses pendalaman.

“Data yang kami dapatkan masih berubah-ubah. Ada perbedaan dugaan jumlah manifes antara versi pengelola kapal dengan hasil penyelidikan kami di lapangan,” ujar Arman.

Untuk mengungkap dugaan ketidaksesuaian manifes tersebut, penyidik terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait dengan operasional kapal. Hingga saat ini, sebanyak 22 saksi telah diperiksa.

Baca juga:
Selebgram Bali Dibekuk Terkait Dugaan Arisan Fiktif Rp2,5 Miliar, Endorse Artis Untuk Promosi

Para saksi berasal dari unsur pengelola kapal, anak buah kapal (ABK), hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan KMP Mutiara Sentosa I.

Penyelidikan difokuskan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun kesengajaan dalam pencatatan data manifes. Penyidik juga mendalami kemungkinan pelanggaran aturan keselamatan pelayaran apabila ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah penumpang yang tercatat dengan kondisi sebenarnya.

Baca juga:
Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Setor Rp4,9 M Aset Judi Online ke Kas Negara

Kasus ini menjadi perhatian karena keakuratan manifes merupakan aspek penting dalam sistem keselamatan pelayaran. Data manifes yang tidak sesuai berpotensi menghambat proses evakuasi dan pendataan korban ketika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat di laut.

Ditpolairud Polda Jatim memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti serta kemungkinan adanya pelanggaran dalam operasional KMP Mutiara Sentosa I.