jatimnow.com - Berita dari Konferda GMNI Jatim masih menjadi pilihan pembaca pada Senin (7/9/2026). Anggota Dewan Kehormatan Peradi Jawa Timur Nonot Suryono mengingatkan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) agar tidak kehilangan keberpihakan kepada rakyat kecil. Konferda GMNI Jawa Timur ini berakhir deadlock setelah persidangan diwarnai perdebatan soal keabsahan peserta, dugaan pelanggaran aturan organisasi, hingga kericuhan dan kekerasan fisik.
Selain itu Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas akses akademik mahasiswanya melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Redaksi merangkum berita pilihan pembaca sebagai berikut:
Nonot Suryono Ingatkan Kader GMNI Tak Boleh Jauh dari Rakyat
Anggota Dewan Kehormatan Peradi Jawa Timur Nonot Suryono mengingatkan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) agar tidak kehilangan keberpihakan kepada rakyat kecil. Menurut dia, prinsip tersebut menjadi bagian mendasar dari Marhaenisme yang harus melekat dalam cara berpikir hingga tindakan kader.
Baca juga:
Kosan Ditandai Stiker Pelanggaran, MORA Cup 2026 dan Peresman Law Firm
Konferda GMNI Jatim Gagal, Sidang Ricuh hingga Ada Dugaan Penganiayaan
Konferensi Daerah (Konferda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur di Nganjuk, Minggu (6/9/2026), berakhir deadlock setelah persidangan diwarnai perdebatan soal keabsahan peserta, dugaan pelanggaran aturan organisasi, hingga kericuhan dan kekerasan fisik.
Unusa dan ITS Siapkan Empat Skema Akademik untuk Mahasiswa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas akses akademik mahasiswanya melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kolaborasi itu membuka peluang bagi mahasiswa Unusa untuk mengikuti perkuliahan, riset, hingga melanjutkan pendidikan magister di ITS.
Baca juga:
Mahasiswa UB Melompat Dari Lantai 6, Atlet UIN KHAS Jember dan Ibu Anak Tewas
URL : https://jatimnow.com/baca-87359-konferda-gmni-jawa-timur-serta-kerjasama-unusa-dan-its