jatimnow.com - Pertamina bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang dipimpin Wali Kota Wahyu Hidayat, meninjau pasokan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Ciliwung, Selasa (8/9/2026).
Mereka memastikan isu sulitnya warga mendapatkan stok BBM jenis Pertalite dan Solar di Kota Apel.
Sales Branch Manager Pertamina Fuel 1 Malang Imam Rizki mengatakan, kedatangan Wali Kota Malang dan TPID ke SPBU Ciliwung untuk melihat ketersediaan kuota BBM bersubsidi. Apalagi isu yang beredar ketersediaan BBM bersubsidi baik Pertalite dan Solar sulit didapat masyarakat.
"Hari ini Pak Wali Kota bersama dengan Forkopimda Kota Malang meninjau terkait dengan stok atau penjualan yang ada di SBB di Kota Malang," kata Imam Rizki.
Menurutnya, BBM bersubsidi menjadi salah satu perhatian dari Pemerintah Kota Malang dan jajarannya, karena memengaruhi kondisi inflasi di daerah.
"Kalau misalnya kita coba lihat dari isu yang beredar sekarang ini, memang konsumsi dari sisi BBM terutama di wilayah kita ini kan sedang naik. Kebetulan di bulan Agustus ini memang masyarakat banyak kegiatan," ucap dia kembali.
Selain peningkatan kegiatan masyarakat, kata Imam masuknya perkuliahan di Kota Malang juga mempengaruhi permintaan BBM bersubsidi. Sebagaimana diketahui, pada bulan Agustus 2026 ini beberapa kampus di Malang sudah memulai perkuliahan.
Baca juga:
Viral Isi BBM Ditolak karena Pajak Mati, Ini Penjelasan Pertamina
"Momennya pas lagi anak-anak kuliah masuk di Agustus ini, sehingga dari sisi roda dua itu meningkat kebutuhannya," ucapnya.
Ia mengakui ada beberapa pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite pasca kenaikan harga Pertamax series pada awal Agustus 2026 lalu. Hal ini mempengaruhi peningkatan permintaan BBM bersubsidi hingga 6-10 persen di wilayah Malang raya.
"Ini secara tidak langsung jadi lebih shifting (beralih ke Pertalite) masyarakat, kenaikan konsumsi ini sendiri antara 6-10 persen untuk Pertalite-nya. Kemudian dari sisi yang gas oil atau solar ini mengalami kenaikan yang lumayan, jadi 10-15 persen," jelasnya.
Namun Pertamina memastikan stok ketersediaan BBM bersubsidi baik itu Pertalite dan Solar aman, dikarenakan adanya penambahan pengiriman ke Pertamina Fuel Terminal Malang. Pengiriman tambahan itu meningkat 20 persen untuk Pertalite dan Solar, dari kebutuhan normal yang dikirimkan ke Malang.
Baca juga:
BBM Bersubsidi 'Hilang' di Malang Sebabkan Antrean Panjang
"Secara normalnya itu penyalurannya 700 kiloliter per harinya. Bahkan kita coba tambah sampai ke 888 kilo liter. Untuk solarnya sendiri estimasi kenaikan kan 10-15 persen dari kebutuhan atau dari normal, normalnya itu sekitar 280 kiloliter atau sampai 300 kiloliter dari Depo Malang ini sudah mencapai sekitar 360 kiloliter," terangnya.
Penambahan pengiriman itu diharapkan mampu mengurai permasalahan peningkatan permintaan BBM bersubsidi, yang beberapa pekan terakhir jadi perhatian masyarakat.
"Harapannya ini stok SPBU semuanya sudah terpenuhi dengan optimalisasi ini," tandasnya.