Pixel Code jatimnow.com

70 Event Organizer Bersama Polda Jatim Bahas Prosedur Perizinan

Workshop Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur yang digelar Jatim Event Connection di Surabaya (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Workshop Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur yang digelar Jatim Event Connection di Surabaya (Foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - 70 event organizer (EO) menggelar diskusi terkait izin event di Jawa Timur, Minggu (11/12/22).

Workshop yang digelar Komunitas Jatim Event Connection (JEC) ini bertajuk 'Edukasi Perijinan Event di Jawa Timur'. Salah satu yang dihadirkan adalah Dirintelkam Polda Jatim, Kombes Pol Dekananto Eko Purwono.

Dekananto menyampaikan, ketika perizinan tidak keluar, hal itu salah satunya merupakan kelalaian penyelenggara.

"Marak terjadi, jeda waktu pemberitahuan kegiatan mepet, perizinan, maka kita terpaksa tidak memberi rekomendasi," ungkapnya.

Menurut Dekananto, hal itu dilakukan karena kepolisian taat pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017, soal Izin Penyelenggaraan Event.

"Untuk event daerah itu 14 hari, event nasional 20 hari dan event internasional itu 30 hari," jelas dia.

Selain itu, izin tersebut semata-mata digunakan untuk berkoordinasi kepada stackholder, untuk mempersiapkan keamanan.

"Poin penting pertama yaitu mengenai batas waktu pengajuan. Selanjutnya teknis managemen resiko," imbuhnya.

Baca juga:
Catat Gaes! Berikut SOP Menggelar Acara dengan Massa Jumlah Besar

Sehingga, pemahaman soal perizinan ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Kita (kepolisian) giatkan sosialisasi dan tentunya EO-EO juga harus menjalin komunikasi," tegas Dekananto.

Sementara Founder Delva Digital dan UMKM Festival Indonesia, Tom Liwafa mengatakan, acara ini bertujuan membagi resep sukses menggelar event dan mengantisipasi EO bodong.

"Jatim Event Connection memiliki tujuan agar teman-teman bisa saling backup ketika ditemukan event bodong," ungkap Tom.

Baca juga:
Cerita 'Terusirnya' Acara Dekesda dari Alun-alun Sidoarjo Usai Terima Surat DLHK

Menurutnya, EO kredibel yang telah terjaring di JEC juga bisa memahami regulasi perizinan sebuah event.

"Ini menjadi kunci penting. Sebab di Jawa Timur banyak temuan EO bodong yang mana gagal atau sengaja membatalkan sebuah event," ungkap crazy rich Surabaya ini.

Dan salah satu indikatornya adalah ketika penyelenggara dan penggagas event tidak jelas, maka acara yang dibuat juga berpotensi yang sama.