Pixel Code jatimnow.com

KAPPI Gandeng SKA Dongkrak Kualitas Kopi Petani ke Pasar Global

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
KAPPI dan SKA dampingi petani kopi dari hulu hingga hilir agar hasil panen tembus standar ekspor dan memikat pembeli global di Trade Expo Indonesia. (Foto/jatimnow.com)
KAPPI dan SKA dampingi petani kopi dari hulu hingga hilir agar hasil panen tembus standar ekspor dan memikat pembeli global di Trade Expo Indonesia. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kualitas seduhan kopi di cangkir bermula dari perlakuan tangan petani saat merawat pohon dan tanah di kebun.

Menyadari hal itu, Yayasan Pengembangan dan Edukasi Kopi (KAPPI) menggandeng PT Sumber Kurnia Alam (SKA) guna memperkuat kapasitas budidaya petani sekaligus membuka jalur pemasaran ekspor.

Langkah konkret kolaborasi tampak di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, ICE BSD City, Tangerang, baru-baru ini.

Di pameran dagang internasional besutan Kementerian Perdagangan tersebut, KAPPI dan SKA memboyong aneka biji kopi Nusantara, termasuk hasil kurasi petani binaan Bank Indonesia, langsung ke hadapan para pembeli mancanegara.

Perwakilan KAPPI, Roby Wibisono, menjelaskan bahwa mutu biji kopi berakar langsung pada pemahaman petani di kebun.

"Kami fokus memberi edukasi seputar pemupukan, pemangkasan ranting, cara petik, hingga pengolahan tanah. Kolaborasi bersama SKA menyambungkan jerih payah petani di kebun dengan standar mutu yang dicari pasar," ujar Roby.

Baca juga:
Menikmati Eksotisme Kopi Banyuwangi Lewat Coffee Lab Kokoon Hotel

KAPPI memandang rantai produksi kopi butuh pendampingan menyeluruh. Edukasi agronomi dipadukan dengan pemberdayaan perempuan tani, penguatan kelompok kerja, serta riset terapan agar tata kelola kebun terus membaik dari musim ke musim.

Di sisi hilir, peran industri menjadi jembatan penentu. Petani sering kali terbentur persoalan serapan pasar karena minimnya akses informasi mengenai spesifikasi produk yang diincar pembeli luar negeri.

Direktur Utama PT SKA, Moelyono Soesilo, menyebut pameran berskala global menjadi etalase strategis untuk menguji sekaligus memamerkan potensi hasil kebun rakyat.

Baca juga:
Petik Kopi Malam Hari, Dua Warga Jember Ditangkap di Perkebunan PDP Kahyangan

"Trade Expo Indonesia menghadirkan jejaring pebisnis lintas negara. Kehadiran kami bertujuan memperkenalkan kopi Indonesia ke pembeli dunia, sekaligus membuktikan hasil pembinaan program KAPPI mampu memenuhi selera pasar," papar Moelyono.

Sejak 2025, KAPPI juga aktif membawa diplomasi kopi ke berbagai forum domestik maupun internasional. Pendekatan kultural ini mengenalkan kopi Nusantara bukan semata komoditas mentah, melainkan hasil karya petani lokal dengan keunikan latar belakang daerah asalnya.

Sinergi hulu ke hilir semacam ini diharapkan mengubah peta persaingan kopi nasional, sehingga nilai tambah ekonomi benar-benar kembali mengalir ke kantong para petani.