Pixel Code jatimnow.com

Puluhan Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Tulungagung, Separuhnya Residivis

Editor : Bramanta  
Polres Tulungagung merilis hasil ungkap kasus narkoba. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Polres Tulungagung merilis hasil ungkap kasus narkoba. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Satresnarkoba Polres Tulungagung berhasil mengungkap puluhan kasus peredaran narkotika. Dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, mereka mengungkap 71 kasus peredaran narkotika dan mengamankan 91 tersangka. Dari jumlah tersangka yang diamankan ini, 8 diantaranya merupakan perempuan dan sisanya laki-laki. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu dengan berat total mencapai 815 gram.

Kapolres Tulungagung, AKBP Wiwin Junianto mengatakan, pengungkapan peredaran narkotika di Tulungagung merupakan bagian dari program 100 hari kerja Kapolri. Selama kurun waktu mulai bulan Agustus hingga Oktober, mereka mengungkap 71 kasus perkara peredaran narkotika.

"Jumlah tersangka yang kami amankan ada 91 orang, saat ini mereka sudah kami tahan dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas," ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Mayoritas tersangka yang ditangkap ini merupakan pengedar. Namun terdapat 10 tersangka dengan status bandar narkoba. Hampir 50 persen tersangka ini merupakan residivis. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk membongkar sindikat peredaran narkotika ini.

Baca juga:
Setahun Edarkan Sabu, AY Ditangkap Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak

"Modusnya sebagai perantara dari bandar utama. Sampai detik ini, kami akan terus kejar bandar. Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus peredaran narkotika yang lebih besar lagi," jelasnya.

Polisi juga mengamankan barang bukti dalam pengungkapan ini. Mereka mengamakai 815 gram sabu, 219.910 butir pil dobel L, 2 butir ekstasi, alat hisap sabu dan barang bukti yang menunjang pelaku mengedarkan barang haram tersebut.

Baca juga:
Polres Blitar Tangkap 13 Pengedar Narkoba Selama Operasi Tumpas Semeru 2026

Kapolres meminta kepada masyarakat agar memberikan informasi jika menemukan aktivitas peredaran narkotika di Tulungagung. Pasalnya, narkotika memiliki dampak yang negatif bagi generasi penerus.

"Kami tidak akan berhenti di sini, komitmen kami akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku pengedar narkoba," pungkasnya.