jatimnow.com - Keluarga besar Jenderal Besar Dr. Abdul Haris (AH) Nasution menyampaikan keberatan atas beredarnya video di media sosial yang dinilai menghina sosok pahlawan nasional tersebut dan Kapten Pierre Tendean.
Video itu menampilkan foto wajah serta makam AH Nasution dengan visualisasi seolah-olah diinjak, disertai narasi yang menyebut keduanya sebagai "setan" dan "iblis".
Ketua Umum Yayasan Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution, Eka Trisni Edyanti, mengaku sangat kecewa dengan konten yang beredar. Sebagai cucu pertama, ia menyebut tindakan menghina AH Nasution, tersebut tidak hanya melukai perasaan keluarga, tetapi juga mengabaikan penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pahlawan bangsa.

Dalam pernyataan resminya, Eka mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran pihak keluarga, konten tersebut diduga dibuat dan diunggah oleh seorang anak berusia sekitar 9 tahun.
Jika informasi itu benar, ia berharap orang tua anak yang bersangkutan segera mengambil tanggung jawab. Menurutnya, pendidikan budi pekerti, etika, kesopanan, serta pemahaman sejarah perlu ditanamkan sejak dini dalam lingkungan keluarga.
"Hal ini menjadi tanggung jawab mendasar orang tua dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa," demikian salah satu pesan dalam pernyataan resmi yang disampaikan Eka.
Hingga pernyataan tersebut diterbitkan, pihak keluarga mengaku belum menerima klarifikasi maupun permohonan maaf dari pihak yang bersangkutan.
Keluarga juga memperoleh informasi mengenai dugaan bahwa orang tua anak tersebut berprofesi sebagai aparat penegak hukum. Namun, informasi itu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Baca juga:
Pergunu: KH Muhammad Yusuf Hasyim Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional
Eka menegaskan, sikap keluarga bukan untuk menghakimi anak yang diduga membuat konten tersebut. Pihaknya ingin meluruskan pemahaman sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa kebebasan berekspresi di media sosial tetap harus disertai etika dan tanggung jawab.
Yayasan Siapkan Langkah Jaga Nama Baik Pahlawan
Yayasan Jenderal Besar Dr. A. H. Nasution menyatakan akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjaga nama baik AH Nasution sebagai pahlawan bangsa.
Menurut keluarga, pengabdian dan pengorbanan AH Nasution bagi Indonesia merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah nasional yang patut dihormati dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca juga:
Milad Muhammadiyah di PWM Jatim Jadi Panggung Penghormatan Marsinah
Eka juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, kerabat, pemerhati sejarah, serta masyarakat yang telah memberikan perhatian dan dukungan atas persoalan tersebut.
Dukungan itu, kata dia, menjadi kekuatan bagi keluarga untuk menyikapi persoalan secara bijaksana dan tetap menjaga kehormatan almarhum.
Ia mengingatkan bahwa menghormati sejarah bukan sebatas mengenang peristiwa masa lalu. Lebih dari itu, penghormatan terhadap sejarah berarti menjaga nilai perjuangan, integritas, kehormatan, dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
Nilai-nilai yang diwariskan AH Nasution, menurut keluarga, akan terus dijaga agar tetap menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi penerus Indonesia.