Pixel Code jatimnow.com

Rakusnya Dua Maling ini, Sekali Beraksi Sikat Motor dan Pakan Ternak

Editor : Narendra Bakrie Reporter : CF Glorian
Tersangka Joko dan Sugianto di Mapolres Blitar
Tersangka Joko dan Sugianto di Mapolres Blitar

jatimnow.com - Dua pria di Blitar ini benar-benar rakus. Sekali beraksi, keduanya mencuri dua barang sekaligus, yaitu motor dan beberapa karung pakan ternak.

Dua maling itu adalah Sugianto (42) dan Joko Waluyo (23), keduanya warga Desa Modangan, Nglegok, Kabupaten Blitar. Sehari-hari, mereka bekerja sebagai penambang pasir. Sedangkan pencurian itu mereka lakukan Rabu (14/11/2018) lalu sekitar pukul 23.00 Wib.

Cerita bermula saat keduanya pulang menambang dan melintas di Desa Karangrejo, Garum, Kab. Blitar. Sampai di desa itu, keduanya melihat pintu gudang milik Riyanti (42) terbuka. Darisanalah muncul niat jahat dari Joko yang kemudian mengajak Sugianto menyatroni gudang tersebut.

"Awalnya mereka berdua mencuri 4 karung pakan ayam," ungkap Kapolres Blitar, AKBP Anissullah M. Ridha, Selasa (20/11/2018) di Mapolres Blitar.

Dasar si Joko residivis, setelah 4 karung pakan ayam terangkut di atas motornya, Joko melirik motor korban yang kuncinya menempel. "Melihat itu, tersangka Joko menyuruh tersangka Sugianto membawa kabur motor korban," beber Anissullah.

Baca juga:
Pencuri Spesialis Pelat Besi di Mojokerto Dibekuk, Begini Cara Mereka Beraksi

Setelah berhasil membawa barang yang dicurinya, dua sahabat itu kemudian bermaksud menyembunyikan barang tesebut. Tapi rupanya, aksi keduanya terpantau warga yang langsung mengepung kedua pelaku itu. Setelah kedua pelaku tidak berkutik, warga melapor ke polisi dan kedua pelaku dibawa ke Mapolres Blitar.

"Tersangka Joko ini merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2014," tambah Anisullah.

Sementara Joko mengaku, rencananya uang hasil curiannya itu akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Tapi upaya itu gagal setelah aksinya tepergok warga dan dirinya bersama Sugianto diborgol polisi.

Baca juga:
Residivis Asal Tulungagung Ini Nekat Mencuri di Pondok Pesantren