jatimnow.com- Warga tiga Desa di Kabupaten Tulungagung melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia, dengan cara tersendiri.
Mereka mengenakan pakaian khas petani, yang sehari-hari digunakan pergi ke sawah dan ladang. Tidak hanya mereka yang muda, sejumlah lansia juga tampak mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.
Peserta upacara ini berasal dari Desa Bono, Moyoketen dan Kedungsuko. Suyud, salah seorang petani yang mengikuti upacara mengaku sangat bangga dan haru.
Baca juga: Rumah di Tulungagung Kejatuhan Mercon, Polisi Kantongi Identitas Penerbang Balon
Terakhir kali Suyud melaksanakan upacara 20 tahun lalu saat masih bersekolah. "Rasanya sangat bangga dan haru setelah 20 tahun bisa mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan," ujarnya.
Bersama petani lain, Suyud berharap di usia Kemerdekaan yang ke 73 ini, Indonesia bisa menjadi negara yang maju dan lebih baik lagi.
Kesejahteraan petani yang dinilai masih kurang dapat ditingkatkan lagi oleh pemerintah, melalui beragam kebijakan yang memihak Petani. "Yang jelas Indonesia harus lebih baik lagi," harapnya.
Haris Hafid, Ketua Panitia menuturkan sengaja memilih tema tradisional dalam pelaksanaan upacara ini.
Selain pakaian yang dikenakan oleh peserta upacara, mereka juga menggunakan bahasa Jawa saat upacara.
Baca juga: Rumah di Tulungagung Kejatuhan Mercon dari Balon Udara: Blaaarrr!!
Dengan upacara ini diharapkan rasa nasionlisme dalam masyarakat akan selalu terjaga. "Upacara ini merupakan salah satu ucapan syukur kami atas kemerdekaan bangsa yang telah diraih," pungkasnya.
Reporter: Wanda R Putri
Editor: Erwin Yohanes
Baca juga: Warga Temukan Mayat Pria Terbelah di Rel KA Lamongan