Pixel Code jatimnow.com

Patung Macan Putih Viral, UMKM di Balongjeruk Kediri Raup Omzet Jutaan per Hari

Editor : Yanuar D  
Salah satu pedagang di Patung Macan Putih Balongjeruk, Kabupaten Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Salah satu pedagang di Patung Macan Putih Balongjeruk, Kabupaten Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com – Popularitas Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, membawa dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak menjadi perbincangan luas di media sosial, kawasan sekitar patung tersebut tak pernah sepi pengunjung, bahkan hingga malam hari.

Ramainya wisatawan dimanfaatkan para pedagang lokal maupun pendatang untuk membuka lapak. Salah satunya Yuliani (49), penjual kaos bergambar Macan Putih, yang mengaku pendapatannya melonjak drastis sejak ikon desa itu viral.

“Awalnya cuma coba-coba karena viral. Belum siap stok, tapi ternyata responnya luar biasa,” ujar Yuliani, Sabtu (10/1/2026).

Sebelum menekuni usaha ini, Yuliani berprofesi sebagai perias pengantin. Ia menuturkan, ide berjualan kaos muncul secara spontan mengikuti momentum.

“Ini benar-benar usaha dadakan. Begitu viral, langsung jalan,” katanya.

Pada awal berjualan, Yuliani hanya menyediakan sekitar 50 potong kaos per hari. Namun seiring meningkatnya permintaan, jumlah stok terus ditambah. Penjualan pun tak hanya dilakukan secara langsung, melainkan juga melalui pemesanan daring.

“Kalau di lokasi kehabisan, pembeli bisa pesan. Nanti kami kirim,” jelasnya.

Dari penjualan kaos tersebut, Yuliani mengaku mampu meraup omzet hingga Rp5 juta per hari. Kaos Macan Putih dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp55 ribu untuk anak-anak, Rp75 ribu untuk ukuran dewasa, hingga Rp85 ribu untuk ukuran XL dan lengan panjang. Lapaknya buka mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, menyesuaikan kondisi keramaian.

Menariknya, peminat kaos tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak, tetapi juga orang dewasa, terutama bapak-bapak yang mencari desain bergambar Macan Putih versi asli.

“Justru banyak bapak-bapak yang nyari gambar Macan Putih yang ori. Anak-anak ramai, tapi peminat dewasa juga besar,” tuturnya.

Selain kaos, Yuliani turut menjual gantungan kunci bertema serupa dengan harga Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Produk tersebut pun laris manis.

"Begitu stok datang, cepat habis,” imbuhnya.

Lonjakan penjualan juga dirasakan Adi Mulyo (40), pedagang balon asal Purwoasri. Ia mengaku penjualannya meningkat sejak ikut berjualan di kawasan Patung Macan Putih.

“Sekarang bisa habis minimal 50 balon per hari, bahkan sampai 60,” katanya.

Baca juga:
Patung Macan Putih Viral di Kediri Ditawar Ratusan Juta, dari Jogja hingga Bali

Dengan harga Rp15 ribu per balon, Adi mampu meraup omzet hingga Rp750 ribu per hari. Sebelum kawasan tersebut ramai, penjualannya hanya berkisar 20 hingga 30 balon per hari. Setiap hari, ia membawa sekitar 100 balon.

Adi yang telah berjualan lebih dari satu bulan di lokasi itu biasanya berdagang di kawasan Car Free Day (CFD) Pare setiap akhir pekan. Namun kini, ia memilih berjualan setiap hari di Balongjeruk karena pengunjungnya lebih stabil.

“Semoga keramaian ini bisa terus bertahan dan ikut menghidupkan pedagang kecil lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyebutkan bahwa jumlah UMKM yang beraktivitas di sekitar Patung Macan Putih hampir mencapai 100 pelaku usaha. Angka tersebut bahkan meningkat saat kegiatan CFD digelar.

“Kalau dihitung, sekitar 97 atau 98 UMKM. Saat CFD bisa lebih, hampir 150,” kata Safi’i.

Ia menjelaskan, sebagian besar pedagang yang berjualan di kawasan tersebut berasal dari luar desa.

“Warga Balongjeruk sendiri mungkin sekitar seperempatnya. Selebihnya dari luar,” jelasnya.

Baca juga:
Viral Patung Macan Putih Berkah untuk Balongjeruk Kediri, Ekonomi Desa Terangkat

Untuk itu, pemerintah desa terus mendorong warganya agar tidak melewatkan peluang ekonomi yang muncul dari viralnya ikon desa tersebut.

“Kami terus sosialisasi supaya warga Balongjeruk ikut ambil bagian, baik berjualan maupun membuka usaha di sekitar Patung Macan Putih,” tegas Safi’i.

Ke depan, pemerintah desa berencana menata kawasan tersebut menjadi pasar desa yang lebih representatif, lengkap dengan pengaturan pedagang kaki lima, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya.

“Kalau nanti sudah ada izin, pasar desa bisa dikembangkan dan ditata lebih baik,” terangnya.

Selain itu, Safi’i memastikan Patung Macan Putih telah dipatenkan sebagai aset milik desa. Sertifikat hak cipta tersebut dijadwalkan diserahkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur dalam waktu dekat.

"Insyaallah penyerahan sertifikat hak cipta dilakukan hari Sabtu dari Kanwil Jawa Timur,” pungkas Safi’i.