jatimnow.com – Pemerintah Kota Malang menggelar apel pagi dengan menggunakan sarung dan peci layaknya santri. Hal ini memang untuk memperingati Hari Santri Nasional di Malang.
Selain apel sarungan, Pemkot Malang juga menggelar festival wisata halal dari pelaku wisata yang ada di Kota Malang.
Festival wisata halal ini digelar di sepanjang Jalan Gajah Mada dan menjadi bagian dari promosi wisata halal yang di-branding oleh Pemkot Malang.
Tampak beberapa pelaku wisata seperti pelaku kuliner, perhotelan, hingga fashion memamerkan produk - produk yang dijamin halal.
Baca juga: Gen Z Tak Diminati Perusahaan, Hidupkan Spirit Resolusi Jihad
Dari kuliner misalnya, ada kripik tempe, bakso, dan olahan kripik buah menjadi yang bisa dinikmati di festival yang hanya digelar hingga Senin malam (22/10/2018) nanti.
Wali Kota Malang Setiaji menargetkan Kota Malang serius menjadi destinasi wisata halal di tahun 2019 mendatang.
"Nanti para pelaku kuliner kita akan bekali materi secara syar'i terkait pengolahan makanannya. Jadi nanti akan kita bedah," ujar Sutiaji di sela-sela meninjau beberapa produk asli Malang.
Pemkot Malang saat menggelar apel dengan sarungan
Baca juga: Drama Kolosal Resolusi Jihad di Surabaya Bikin Merinding
Ia menambahkan, halal yang dimaksudkan di sini bukan pergi ke tempat kuliner harus berbusana muslim, tapi lebih ke proses pengolahan dan penyajiannya.
"Jadi, halal itu ada dua sisi subtansi dan prosesnya. Kalau pada makanan, makanannya halal tapi prosesnya tidak halal kan jadi tidak halal," ungkapnya.
Demi mewujudkan wisata halal itu, Kota Malang juga akan melakukan sertifikasi para pelaku wisata halal tersebut.
"Sertifikasinya yang kuliner dilakukan kerjasama dengan teman-teman kuliner. Nanti ada tim verifikasi. Kalau untuk pengujiannya di laboratorium UB (Universitas Brawijaya) sudah bisa disiapkan," lanjutnya.
Baca juga: Jember Peringati HSN 2024, Santoso: Santri Harus Jelas Masa Depannya
Sementara itu, salah seorang santriwati Nur Aliya Shafira mengatakan mendukung program wisata halal yang dicetuskan Pemkot Malang.
Siswi MTSN di Kota Malang ini menilai beberapa produk olahan makanan yang dijual di pedagang kaki lima terkadang belum terjamin kehalalannya.
"Lebih cocok dan bisa diterima kita sebagai santri. Terlebih masih ada jajanan dari pedagang kaki lima yang kurang jelas kehalalannya," pungkasnya.