Pixel Code jatimnow.com

Tebing 35 Meter Jalur Wisata Bromo Via Malang Longsor

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Avirista Midaada
Proses pembukaan jalan jalur Bromo via Malang (foto: BPBD Malang for jatimnow.com)
Proses pembukaan jalan jalur Bromo via Malang (foto: BPBD Malang for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tebing setinggi 35 meter di jalur wisata Gunung Bromo via Malang mengalami longsor. Akibat dari peristiwa ini, jalan menuju wisata di tutup.

Peristiwa ini melanda tiga titik, dimana satu titik merupakan jalur utama di Jalan Raya Gubugklakah, Poncokusumo, atau tepatnya sebelum Coban Bidadari, sedangkan dua titik lainnya berada di Desa Taji, Kecamatan Jabung, sekitar arah Umbutlegi, 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkapkan, longsor memang sempat menutup akses wisata dari Malang ke Gunung Bromo. 

Dimana jalur utama di kawasan sekitar Coban Bidadari terdapat satu titik longsor yang terjadi pada Kamis (9/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Kemarin memang di kawasan Poncokusumo hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mulai sore pukul 3 hingga malam mengakibatkan tebing setinggi lebih dari 35 meter longsor," kata Sadono Irawan, dikonfirmasi Jumat (9/1/2026).

Material longsoran itu menutup akses jalan raya hingga sepanjang 10 meter dengan ketebalan 1 hingga 1,5 meter. Jalanan menuju Wisata Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang pin terpaksa dialihkan melalui Kabupaten Pasuruan.

Baca juga:
Menakar Nyali, Menepis Hoaks: Seni Bertahan Hidup di Negeri Cincin Api

"Dampak longsoran itu jalanan memang sempat tertutup dan mobilitas wisatawan dialihkan melalui Pasuruan. Tapi kami pastikan tidak ada korban jiwa atau luka baik dari wisatawan maupun warga yang melintas Kamis malam kemarin," ungkap dia.

Tim gabungan di bawah komando BPBD Kabupaten Malang serta instansi lainnya baru melakukan pembersihan material longsoran sejak Jumat pagi (9/1). 

Pembersihan material longsoran ini juga melibatkan satu unit ekskavator dari Binamarga yang dikerahkan untuk membuka jalan dari material longsoran berupa tanah dan bebatuan.

Baca juga:
Para Penjaga Cincin Api: 9 Jantung Bumi yang Tak Pernah Tidur

"Pembersihan juga melibatkan unit Damkar untuk penyemprotan material tanah yang menutup jalan," ujarnya kembali.

Proses penanganan longsor sendiri juga melibatkan ratusan orang dari sejumlah instansi maupun relawan kebencanaan dari Desa Gubugklakah, Poncokusumo. Selain dengan alat berat, pembersihan manual menggunakan cangkul dan sekop juga dilakukan.

"Hingga siang ini jam 11.40, proses penanganan longsor mencapai 75 persen. Material longsoran sudah bisa kita bersihkan dari jalan, kondisi arus lalu lintas juga sudah bisa dilewati baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dengan sistem buka tutup," pungkasnya.