jatimnow.com
Tinjau Rumah Karaoke, Ormas Islam: Seperti Dolly Pindah ke Blitar

Penutupan rumah karaoke di Blitar

jatimnow.com - Ormas Islam menyebut keberadaan rumah karaoke di Blitar layaknya prostitusi Dolly Surabaya di pindah ke Kota itu. Ormas Islam menilai bahwa rumah karaoke adalah sarang maksiat dan prostitusi terselubung.

"Setelah kami cek, Masyaallah. Sudah Seperti Dolly Pindah ke Blitar. Masyaallah. Kami berterimakasih kepada Pemkot Blitar untuk hal ini," ujar Ketua Forum Ormas Islam Kota Blitar, Akbar Harir saat mendampingi petugas meninjau rumah karaoke di Blitar, Rabu (09/01/2019).

Ormas Islam, kata Harir, akan terus mengawal keberadaan rumah karaoke di Kota Blitar. Dirinya menyebut banyak oknum yang membekingi keberadaan rumah karaoke, sehingga banyak masyarakat tak tahu bila didalamnya dipenuhi prostitusi terselubung.

"Kita akan kawal. Sampai nanti tidak ada prostitusi di Kota Blitar," imbuhnya.

Secara umum, kebijakan pemerintah menutup sementara rumah karaoke yang ada di Kota Blitar diikuti oleh para pemilik. Para pemilik yang begitu banyak berkomentar terkait kebijakan pemerintah mengevaluasi rumah karaoke.

Pemilik rumah karaoke Jojo, Franky Chandra mengaku memiliki tiga puluh karyawan tetap. Selama proses penutupan ini, para karyawan tetap digaji.

"Rugi pasti karena sampai sekarang karyawan masih kami bayar sampai nggak tahu kapan. Jumlah kerugian kami tak bisa sebutkan yang jelas kami tetap mengikuti apa kata pemerintah," keluhnya.




Loading...

Berita Terkait