jatimnow.com

Ary Ginanjar 'Isi Baterai' ASN Banyuwangi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Hafiluddin Ahmad
ASN Banyuwangi 'diisi baterai' oleh Ary Ginanjar 🔍
ASN Banyuwangi 'diisi baterai' oleh Ary Ginanjar

jatimnow.com - Ary Ginandjar Agustian, pengembang metode pelatihan emosional dan spiritual 'mengisi baterai' jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuwangi. 'Isi baterai' oleh pendiri ESQ Leadership Center itu untuk meningkatkan kinerja para ASN.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pelatihan tersebut sengaja digelar awal tahun untuk membangkitkan kembali semangat para ASN dalam menjalankan tugasnya. Mereka diingatkan ulang tanggungjawab dan kewajibannya dalam melayani masyarakat.

"Setahun lamanya bapak/ibu bekerja dan alhamdulillah, di tengah banyak keterbatasan, Banyuwangi bisa terus maju. Tentu masih banyak kekurangan dan itulah yang harus terus dibenahi. Masih banyak pekerjaan rumah kita, sehingga perlu lebih semangat lagi ke depannya,” ujar Anas, Minggu (3/1/2019).

Loading...

Menurutnya, ibarat baterai, energi dan pikiran orang bisa habis, sehingga perlu di-charge. Begitu pula dengan Handphone yang setiap hari juga di-charge. "Jadi, 'baterai' teman-teman ASN perlu diisi ulang agar siap menghadapi tantangan 2019," imbuh Anas.

Ditambahkan Anas, dalam pelatihan ini para ASN juga diajak mengevaluasi kembali apa saja yang telah dilakukan. Sehingga ke depan, mereka bisa fokus memperbaiki kinerja serta membenahi apa saja yang masih kurang.

Metode pelatihan, lanjut Anas, dipercaya sebagai salah satu alat yang efektif untuk meningkatkan produktivitas. Ia mencontohkan, pelatihan di lembaga-lembaga pelayanan kesehatan Amerika Serikat telah menyebabkan rumah sakit di sana mencapai Return on Investment sebesar 1,74 dolar AS untuk setiap dolar yang diinvestasikan dalam pelatihan. Pelatihan tersebut juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas sebesar 40%.

"Jadi setelah ini teman-teman ASN harus meningkat kerjanya," tegasnya.

Proses “isi baterai” yang berlangsung dua hari itu juga menjadi ajang konsolidasi internal, menguatkan ikatan kerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kerja kolaboratif yang telah menjadi modal kami dalam menjalankan pembagunan daerah semoga akan semakin mendorong berbagai perubahan ke arah yang lebih baik," tandas Anas.