Pixel Code jatimnow.com

Terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi 6 Hari, Penumpang Kapal Melahirkan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Hafiluddin Ahmad
 Bidan Amalia saat menunjukkan bayi perempuan yang dilahirkan Rupiana, penumpang kapal yang terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi
Bidan Amalia saat menunjukkan bayi perempuan yang dilahirkan Rupiana, penumpang kapal yang terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

jatimnow.com - Rupiana (20), seorang penumpang kapal yang terlantar selama 6 hari di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan Selasa (29/1/2019) malam.

Petugas keamanan Pelabuhan Tanjungwangi Taufiq mengatakan, sekitar pukul 18.05 Wib, dirinya mendapatkan laporan dari petugas BNPB dan calon penumpang yang tengah mengalami kontraksi.

"Tadi saya dan Dendy membagi tugas, saya yang menyiapkan mobil patroli dan Dendy memanggil anggota Primary Health Care (PHC) yang bertugas," kata Taufik saat dikonfirmasi jatimnow.com.

Mengetahui hal itu, petugas PHC Pelabuhan Tanjungwangi bergerak memberikan pertolongan dengan menghampiri Rupiana yang terlantar selama 6 hari di terminal pelabuhan itu.

"Waktu di klinik PHC, ibu itu sudah mengeluarkan air ketuban dan dibawa ke bidan terdekat," katanya.

Baca juga:  Ratusan Penumpang Kapal Terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi

Baca juga:
Identitas Mayat Misterius yang Mengambang di Perairan Selat Bali Terungkap

Sementara, Manager Humas Pelabuhan Tanjungwangi Sinta Dwi Rahayu menambahkan, Pelindo III membantu biaya persalinan anak kedua dari pasangan Rupiana dan Harmaen (27) warga asal Warga Banjar Kauh, Kecamatan Kutsel Lombok, Nusa tenggara Barat itu.

Lanjut Sinta, bayi mungil yang lahir secara normal dengan bobot 2,5 kg dan panjang 44 cm itu diberikan nama Amalia Dwi Putri Tanjungwangi.

Nama bayi yang lahir sekitar pukul 18.30 Wib itu, terinspirasi dari nama bidan yang membantu persalinannya, nama putri kedua orangtuanya dan tempatnya melahirkan.

Baca juga:
Mayat Misterius Ditemukan Mengambang di Perairan Selat Bali

"Nama Amalia terinspirasi dari bidannya, Dwi Putri nama putri keduanya dan tidak lupa nama Tanjungwangi," ujar Sinta.

Sebelumnya diketahui, akibat cuaca buruk, sedikitnya 158 penumpang tujuan Kepulauan Sapeken terlantar di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Beberapa penumpang mengaku tertahan di terminal pelabuhan ini sejak Senin, 21 Januari 2019 lalu.