Polisi Telusuri Transaksi Rp 4 Miliar 'Staf Kementerian Setneg RI'

Editor: Erwin Yohanes Narendra Bakrie / Reporter:

Petugas menunjukkann tersangka dan barang bukti yang disita.

jatimnow.com - Penipuan yang dilakukan Gandhi Pradikta tidak main-main. Betapa tidak, dari tabungan milik Gandhi, penyidik mendapati transaksi senilai Rp 4 miliar.
 
Diduga kuat jumlah transaksi fantastis itu merupakan hasil dari menipu. Mengingat, pria 32 tahun asal Jalan Ikan Banyar 18, Karangrejo, Banyuwangi itu, merupakan pengangguran. 
 
Lantas kemana uang sekitar Rp 4 miliar itu mengalir mulai 2016 hingga Maret 2018? Dalam pengakuannya Gandhi menyebut, uang itu untuk biaya operasionalnya menipu.
 
Mulai dari sewa mobil mewah, booking hotel, hingga foya-foya (dugem). Namun penyidik tidak percaya begitu saja. 
 
 
"Kami akan terus telusuri aset milik tersangka (Gandhi, red). Jika memang ada, tentu akan kami lakukan penyitaan," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Sabtu (31/3/2018). 
 
Upaya penelusuran aset milik Gandhi itu, juga berfungsi untuk menjerat Gandhi dengan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
"Tetap kami berusaha untuk mengarah ke jeratan undang-undang (TPPU) itu," tegas Sudamiran. 
 
Dalam mencari calon korban, Gandhi melakukannya secara acak. Untuk itu, dirinya menyewa mobil mewah sedan BMW hitam DK 116 FS yang disewanya per bulan Rp 90 Juta.
 
Gandhi kemudian nongkrong di mal atau restoran tempat orang-orang kaya biasa nongkrong. 
 
Ketika berkenalan dengan calon korban, Gandhi menunjukkan ID Card Staf Kementerian Sekretariat Negara RI palsu yang dibawanya. Padahal, ID Card , sejumlah stempel dan dokumen yang dibawa Gandhi, semuanya palsu. 
 
"Setelah korban percaya, korban dimintai uang sesuai tarif yang ditentukan oleh tersangka. Jumlahnya beragam. Contohnya korban yang dijanjikan anaknya masuk TNI AL, sudah memberikan uang kepada tersangka sebanyak Rp 130 Juta," beber Sudamiran. 
 
Total sementara, korban Gandhi sebanyak 80 orang yang terdiri dari barbagai kota di Jawa Timur. Baik Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Madiun dan lain-lain.
 
Sedangkan dari 80 korban itu, 20 korban diantaranya merupakan warga Kota Surabaya. "Kami harap para korban segera melapor," tutup Sudamiran.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter