Pixel Code jatimnow.com

Begini Bentuk Bangunan yang Diduga Peninggalan Majapahit di Malang

Editor : Arif Ardianto Reporter : Avirista Midaada
Lokasi penemuan struktur bangunan bersejarah di proyek Tol Malang
Lokasi penemuan struktur bangunan bersejarah di proyek Tol Malang

jatimnow.com - Peneliti Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, memastikan temuan batu-batu di proyek Tol Malang - Pandaan sektor 4 di KM 35 merupakan bagian dari struktur bangunan.

Menurut Wicaksono, berdasarkan kajian bentuk dan kontur batu bata yang ditemukan berasal dari bangunan di era Kerajaan Majapahit, meski demikian perlu pengkajian lebih lanjut terkait temuan struktur bangunan tersebut.

"Temuan berupa struktur bata yg saat ini berada di dinding tebing tanah sisi barat daya jalan tol. Karena level tanah eksisting direndahkan sekitar 3 m guna pembangunan jalan tol," jelas Wicaksono, Senin (11/3/2019).

Dari hasil identifikasi awal, struktur bangunan tersebut tersusun dengan batu bata berukuran lebar 205 cm dengan ketinggian tertinggi 110 cm atau 15 lapis bata, serta dibuat dengan teknik bata gosok," tambahnya.

Struktur  bangunan ini membentang arah dari arah barat daya hingga timur laut. Di bagian timur laut sudah mengalami kerusakan akibat kegiatan pengerukan tanah eksisting guna pembangunan jalan tol.

Sementara di sisi barat daya dimungkinkan masih terdapat kelanjutan dari struktur bata. Struktur bata disusun dari 3 variasi ukuran.

"Kita belum lakukan eskavasi (penggalian). Kemungkinan besok (Selasa). Itu masih catatan awal dari kami," tukasnya, saat dihubungi jatimnow.com, Senin (11/3/2019).

Sebelumnya sebuah struktur bangunan dan benda-benda kuno lainnya ditemukan di sekitar lokasi proyek pengerjaan tol Malang-Pandaan, tepatnya di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Akibat penemuan ini, pengerjaan tol untuk sementara waktu dihentikan sambil menunggu pengkajian dari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya lebih lanjut.

Baca juga:
Warga Tulungagung Laporkan Temuan Sumur dan Lumpang Batu Diduga Cagar Budaya