Bangunan Kuno di Proyek Tol Malang Disebut Altar Pra Majapahit

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Avirista Midaada

Bangunan kuno yang ditemukan di proyek Tol Malang-Pandaan

jatimnow.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memastikan bahwa struktur bangunan yang ditemukan di proyek Tol Malang-Pandaan merupakan situs cagar budaya.

Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said mengatakan, berdasarkan hasil kajian dari batu bata dan barang-barang temuan yang telah dilaporkan, dipastikan bangunan kuno itu menjadi bagian dari situs cagar budaya.

"Itu bangunan situs altar. Itu sudah clear, pintu paduraksa juga sudah clear temuan awal," ujar Andi ditemui usai rapat dengan Pemkab Malang dan PT Jasamarga Pandaan-Malang, Selasa (19/3/2019).

Terkait bangunan altar, Andi menyebut bahwa bangunan itu sudah dibongkar saat warga sudah mendiami permukiman zaman dahulu di era Belanda.

"Jadi masa pemukiman zaman dulu saat jadi Kampung Ngadipuro di zaman Belanda itu, masyarakat sudah di situ sudah mengambil (batu batanya) untuk dipakai rumah," terangnya.

Selain struktur bangunan tadi, temuan-temuan berupa koin uang kuno dan anting emas juga menguatkan itu merupakan suatu kompleks bangunan di era sebelum Kerajaan Majapahit.

"Itu era sebelum Majahapit, karena ada koin dinasti song 10-11 sebelum Majapahit," bebernya.

Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said

Namun untuk memastikan bentuk bangunan, BPCB masih mengejar konstruksi altar di sisi timur laut yang ditargetkan akan selesai Rabu (20/3/2019).

"Kita targetkan hari ini clear, tapi kalau tidak selesai karena hujan, ya besoklah," tambahnya.

Sementara, Arkeolog BPCB Wicaksono Dwi Nugroho menyebut, bangunan kuno yang berada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu berstruktur memanjang dan meluas bahkan hingga jarak sekitar 24 meter dari titik temuan awal.

"Kedalaman struktur bata mencapai 30 sampai 50 cm," ungkap Wicaksono.

Menurutnya, bangunan kuno itu terdiri dari gapura, halaman dan bangunan utama seperti pendopo yang luas.

"Pondasinya batu bata, dindingnya kayu, atasnya icuk. Ada pintu gerbang di depan lebarnya 80 cm, kemudian ada latar (halaman) kemudian masuk ke bangunan utama di tengah menyerupai pendopo," jelasnya.

Dari orientasi bangunan tersebut, bangunan kuno itu menghadap ke arah barat laut tepatnya searah dengan Gunung Semeru dan membelakangi Gunung Kawi.

"Ini agak menarik menghadap Semeru. Di mana orang zaman dahulu menyakini gunung itu tempat dewa-dewa bersemayam," lanjutnya.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter