jatimnow.com

Cerita Dibalik Sosok Tukang Ojek Korban Pembunuhan di Surabaya

Editor : Arif Ardianto Reporter : Arry Saputra
Keluarga korban pembunuhan saat di RSU dr Soetomo Surabaya 🔍
Keluarga korban pembunuhan saat di RSU dr Soetomo Surabaya

jatimnow.com - Tukang ojek korban pembunuhan di Jalan Pragoto, Simokerto Surabaya diketahui memiliki masalah keluarga dengan istrinya. Hal ini diungkap kakak korban.

Kakak korban, Yanto (72) menyebut jika istri korban meminta untuk bercerai, namun Kariyadi menolak. Tapi, Yanto mengatakan jika hal itu tidak bisa menjadi jawaban untuk memutuskan akibat hilangnya nyawa adiknya.

"Suami itu diajak cerai sama istri nggak mau. Tapi selebihnya itu yang bisa menjawab kan yang bersangkutan. Kejadian seperti ini kita tidak memfokuskan ke arah sana," ujar Yanto saat di temui di RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Loading...

Yanto beranggapan motif penyebab adiknya meninggal tersebut akan diketahui apabila sudah berhasil menangkap pelaku.

"Nggak tau itu dendam atau gimana kita masih belum mengetahui. Kalau sudah tertangkap dan bisa dikonfirmasi oleh kepolisian bagaimana yang terbaik. Kalau sudah ditangkap baru tahu kronologi kejadiannya," imbuhnya.

Pantauan di lokasi, hingga kini keluarga korban masih menunggu di kamar jenazah untuk proses identifikasi. Korban akan langsung dimakamkan di Medaeng jika proses identifikasi selesai dilaksanakan.

"Insyaallah, menunggu nanti sepulang dari rumah sakit langsung dimakamkan," ujarnya.

Ia pun berharap apabila memang benar adiknya tersebut adalah korban pembunuhan segera terungkap kasusnya dan tertangkap pelakunya.

"Harapan yang jelas kalau memang itu kasus pembunuhan inginnya pembunuhnya terungkap," tutupnya.

Korban pembunuhan itu bernama Kariyadi (45). Ia merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara yang tinggal di Jalan Letjen Sutoyo, Medaeng, Sidoarjo.

"Tinggalnya ya di Jalan Letjen Sutoyo, dekatnya pintu masuk Terminal Bungurasih," kata Kakak Korban, Yanto kepada jatimnow.com, Selasa (2/4/2019).

Kakak korban, Yanto menceritakan bahwa keseharian Kariyadi memang berprofesi sebagai ojek online. Kariyadi juga memang mengojek setiap malam hari.

"Kesehariannya memang ngojek lama, cuman dia gaada motor. Terus beli motor sekitar 4 bulanan. Ngojeknya ya malam mesti," terangnya.